BORNEONEWS, Palangka Raya - Palangka Raya saat ini tengah berada dalam kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI) yang menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah sangat tinggi, ditandai dengan warna merah pada peta risiko.
Plr Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Ia menekankan pentingnya peran Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Posko Lapangan (Poslap) Satgas Karhutla dalam melakukan patroli di daerah rawan karhutla.
"Berdasarkan hasil PERISAI tanggal 25 Agustus 2024, kondisi di Kota Palangka Raya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar yang sangat tinggi, oleh karena itu, kami mengimbau agar Tim TRC dan Poslap Satgas Karhutla dapat meningkatkan intensitas patroli di daerah rawan karhutla." katanya, Minggu, 25 Agustus 2024.
Budi juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan, membuka lahan dengan cara dibakar, dan membuang puntung rokok sembarangan.
--page
Ia berharap dengan adanya deteksi dini dan upaya pencegahan yang dilakukan, karhutla di Kota Palangka Raya dapat dihindari.
Informasi terkini mengenai deteksi dini karhutla dapat diakses melalui website PERISAI di alamat bpbd.palangkaraya.go.id / perisai. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan informasi tersebut dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla, masyarakat dapat melaporkan jika melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," pungkasnya. (PATHUR/j)









