JAKARTA –
**Borneonews - Tasikmalaya**, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat telah mengambil inisiatif untuk menghidupkan kembali ajang balap di kelas 402 meter. Langkah ini ditujukan untuk memberikan pembinaan kepada calon pembalap pada segmen balap mobil lintasan lurus, yang lebih dikenal dengan istilah *drag race*, melalui kegiatan yang dinamakan Turbo Drag Fest 2024. Wakil Ketua Umum Mobilitas IMI Pusat, Rifat Sungkar, menyampaikan dalam sebuah wawancara bahwa tujuan pengembalian kelas 402 meter ini adalah untuk mengembalikan marwah balap *drag race*. Ia berpendapat bahwa dengan mengadakan kompetisi pada kelas ini, para pembalap dapat merasakan pengalaman berkompetisi dalam *drag race* yang sesungguhnya. Menurut Rifat, dalam perkembangannya, kelas 402 meter mulai ditinggalkan dalam ajang balap mobil di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan tempat atau lintasan yang memenuhi standar kebutuhan untuk kelas tersebut. Dalam banyak kasus, kelas 201 meter lebih sering diadakan karena dukungan lintasan yang lebih mudah diakses di berbagai daerah. IMI berkomitmen untuk menghidupkan kembali kelas 402 meter sebab kelas ini memiliki nilai historis dan reputasi penting dalam dunia balap *drag race*. Turbo Drag Fest 2024 diadakan dalam tiga seri, dimulai dari seri pertama di Lapangan Udara Cicangkal, Bogor pada 13-14 Juli, dilanjutkan seri kedua pada 27-28 Juli, dan diakhiri dengan seri ketiga yang berlangsung pada 24-25 Agustus di Pangkalan Udara Wiriadinata, Tasikmalaya. Total lebih dari 1.000 peserta telah mengambil bagian dalam ajang ini. Penggelaran kelas 402 meter dalam ajang tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk menikmati pengalaman *race drag* yang sesungguhnya. Rifat menyatakan bahwa meskipun kelas 201 tetap dibuka untuk berlomba, fokus utama tetap pada kelas 402 agar para pembalap dapat menyesuaikan pengaturan mobil mereka sesuai dengan kelas yang dilombakan. Dengan harapan besar, Rifat berharap semua penyelenggara ajang balap *drag race* di masa mendatang dapat memprioritaskan kelas 402 meter. Upaya ini diharapkan akan menghidupkan kembali kelas ini sehingga bisa melahirkan pembalap-pembalap berkualitas tinggi di Indonesia. ANTARA