AMBON –
**Borneonews - Ternate**, Tim SAR Gabungan bersama masyarakat di Kota Ternate, Maluku Utara, saat ini tengah melaksanakan pencarian terhadap korban yang terdampak oleh bencana banjir bandang. Kejadian ini telah menimpa Kelurahan Rua sejak Minggu dini hari dan menyebabkan dampak yang cukup serius. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Pencarian Pertolongan Basarnas Ternate, Bram Madya, dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya bersama masyarakat setempat telah dikerahkan untuk melakukan pencarian kepada para korban. Menurut laporan yang dia terima, akibat banjir bandang ini, setidaknya sepuluh orang dilaporkan telah kehilangan nyawa, sementara satu orang lainnya masih dalam proses pencarian karena terperosok di bawah tumpukan material banjir. Bram menjelaskan bahwa identifikasi terhadap para korban yang meninggal dunia sedang dilakukan. Selain itu, tiga warga yang mengalami luka-luka akibat musibah tersebut telah dirawat di RSUD Chasan Boesoerie serta RST untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Dalam upaya pencarian ini, personel Basarnas Ternate, serta anggota TNI/Polri, BPBD, dan masyarakat, secara intensif berkolaborasi untuk menemukan warga yang hilang akibat banjir bandang. Kondisi cuaca sebelumnya, di mana hujan deras mengguyur Kota Ternate dan sekitarnya dari Sabtu malam hingga Minggu pagi, menjadi faktor utama terjadinya bencana ini. Banjir yang membawa serta material lumpur mulai melanda kawasan tersebut pada dini hari sekitar pukul 03.30 WIT, menyebabkan kerusakan parah. Banjir tersebut tidak hanya merusak puluhan rumah, tetapi juga menutup akses jalan raya yang menghubungkan Kawasan Kastela dan Rua. Hal ini mengakibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, dan saat ini upaya pembersihan material banjir dilakukan dengan menggunakan alat berat. Tim SAR menghadapi berbagai kendala saat mengevakuasi warga akibat banyaknya material banjir yang menutupi area pencarian. Sementara itu, proses pendataan mengenai kerusakan rumah-rumah yang terdampak banjir masih berlangsung oleh pihak berwenang. ANTARA