DENPASAR –
**Borneonews - Singaraja, Bali**, Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu (IKH) di Jurusan Dharma Duta Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja telah melaksanakan inisiatif literasi digital yang ditujukan khusus bagi sekolah-sekolah widyalaya atau lembaga pendidikan umum dengan ciri keagamaan Hindu. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan siswa mengenai informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Ketua Panitia Pengabdian Pada Masyarakat dari Prodi Ilmu Komunikasi Hindu STAHN Mpu Kuturan, Niluh Wiwik Eka Putri, menegaskan bahwa program literasi digital ini fokus pada lembaga pendidikan yang berbasis agama Hindu. Hal ini bertujuan untuk memungkinkan siswa mampu memilah dan memilih informasi yang benar serta faktual dalam berbagai jenis media yang ada saat ini. Salah satu sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan program adalah Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra, yang terletak di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali. Menurut Eka, program literasi digital bagi para pelajar merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menganalisis pelajaran, isu, dan informasi yang diperoleh selama bersekolah. Lebih lanjut, literasi digital memiliki peran signifikan dalam pengembangan kognitif siswa. Oleh karena itu, akses terhadap program ini perlu diperluas guna menciptakan generasi yang terampil dalam dunia digital. Kecakapan digital tidak dapat sepenuhnya bergantung pada sekolah; peran perguruan tinggi juga sangat vital dalam mendukung perkembangan program yang ada di sekolah, terutama di bidang literasi digital. "Dengan meningkatkan literasi digital, siswa akan belajar memanfaatkan berbagai alat dan platform kreatif, sehingga dapat memicu inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan ide-ide baru," ungkap Eka. Selain menyasar siswa, program literasi digital ini juga memberikan perhatian kepada para guru. Materi yang disampaikan mencakup elemen literasi dan *branding* lembaga pendidikan di media sosial. Dalam konteks ini, guru-guru dilatih untuk mengajarkan berbagai konten literasi melalui platform media sosial yang dimiliki sekolah. Dengan demikian, diharapkan para pengajar mampu melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Jurusan Dharma Duta STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Komang Agus Widiantara, menekankan bahwa program literasi digital ini akan terus dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung perkembangan lembaga pendidikan Hindu, yang keberadaannya masih dalam tahap awal. Ia percaya bahwa kemajuan lembaga pendidikan Hindu dalam bentuk widyalaya perlu didorong secara berkelanjutan, dan perguruan tinggi harus berperan aktif dalam inisiatif tersebut. "Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) harus hadir dan berkontribusi untuk membantu sekolah-sekolah Hindu yang ada. Kami di Buleleng berkomitmen untuk menjangkau semua widyalaya yang ada di masa mendatang," ujar Agus. ANTARA