**Borneonews - Garut**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini tengah berupaya memperbaiki kondisi akses air bersih bagi masyarakat yang terpengaruh oleh musim kemarau. Upaya ini dilakukan dengan mendistribusikan air dari sumber-sumber terdekat ke daerah yang mengalami kesulitan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menjelaskan bahwa permintaan suplai air telah diterima dari warga di Kecamatan Cibalong dan Malangbong. Sebagai respons cepat, pihaknya berfokus pada penggunaan sumber air terdekat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Aah, meskipun dampak kekeringan yang terjadi belum terasa secara luas, saat ini hanya ada dua kecamatan yang melaporkan kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Kondisi ini telah ditangani dengan baik oleh pemerintah daerah, desa, dan kecamatan setempat, yang bekerja sama untuk memanfaatkan sumber air yang masih tersedia.
Ia menegaskan bahwa meskipun permintaan suplai air bersih baru datang dari dua kecamatan tersebut, upaya untuk mengatasi masalah ini terus dioptimalisasi dengan memanfaatkan sumber-sumber air lokal.
Aah juga menyatakan bahwa kondisi kemarau tahun ini tidak sebesar dampak yang terjadi pada tahun sebelumnya. Beberapa lokasi masih memiliki akses terhadap sumber air yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari.
Dalam upaya distribusi air bersih, Pemkab Garut telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi terkait, termasuk Dinas Damkar dan perusahaan daerah air minum (PDAM). Sebelum menyediakan bantuan, diperlukan penetapan status tanggap darurat untuk menarik suplai air ke lokasi yang membutuhkan.
"Kita perlu melakukan pengaturan awal dengan mencari sumber air terdekat di wilayah setempat, sebelum membawa air dari lokasi yang lebih jauh," tambahnya.
BPBD juga telah menyiapkan armada kendaraan tangki air untuk mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk konsumsi maupun kepentingan lainnya. Aah mengharapkan bahwa dampak musim kemarau kali ini tidak akan meluas sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan air bersih.
Menyusul prakiraan dari BMKG, hujan diperkirakan akan mulai turun pada September 2024, yang menunjukkan bahwa fase kemarau kali ini akan berlangsung singkat.
"Musim kemarau ini diperkirakan hanya berlangsung selama dua bulan sebelum hujan kembali mulai datang," pungkas Aah.
ANTARA
Upaya BPBD Garut Atasi Kesulitan Air Bersih di Musim Kemarau
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







