**Borneonews - Denpasar**, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bali telah menyelenggarakan sebuah bazar untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya nyata dalam mendukung ekonomi inklusif serta untuk meningkatkan pendapatan bagi para pelaku UMKM yang berada di bawah bimbingan mereka. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 25 Agustus ini juga menjadi momen strategis dalam mempromosikan produk-produk lokal.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Bali, Muhamad Mufti Arkan, menyampaikan bahwa bazar ini melibatkan 20 UMKM yang telah melalui proses kurasi yang cermat dari unit Eselon I Kementerian Keuangan di wilayah Bali. Kegiatan tersebut, yang diberi nama *Bazar UMKM Kemenkeu Satu Bali, UMKM Giat, Omzet Melesat*, dilangsungkan di area depan Gedung Keuangan Negara (GKN) I Denpasar. Lokasi tersebut juga ramai dilalui oleh masyarakat yang melakukan aktivitas olahraga di area Car Free Day di sekitar Lapangan Puputan Renon, Denpasar.
Dalam pelaksanaannya, berbagai unit Eselon I Kementerian Keuangan di Bali seperti Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Bali, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pajak, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, berkolaborasi dalam menghadirkan UMKM binaan. Beragam jenis usaha yang ditampilkan mencakup kuliner, fesyen, kerajinan, serta penerbitan buku. Menariknya, bazar ini juga melibatkan pelaku usaha yang merupakan penyandang disabilitas, menunjukkan komitmen untuk inklusivitas.
Mufti Arkan menjelaskan bahwa UMKM yang terlibat dalam bazar kali ini berorientasi pada penjualan lokal. Sementara itu, bagi yang tertarik naik ke tingkat ekspor, pihaknya telah menyiapkan forum khusus. Target yang dicanangkan untuk peningkatan omzet berada di kisaran 61 persen hingga akhir tahun, yang dinilai cukup menantang namun memungkinkan dengan dukungan yang tepat.
Bazar ini semakin istimewa dengan adanya pelayanan kesehatan gratis dari RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, terdapat juga stan yang menyediakan informasi mengenai lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kementerian Keuangan, sebagai upaya untuk menjaring sumber daya manusia terbaik dari daerah.
"Kami ingin warga Bali mengetahui bahwa kami membuka peluang kerja di Kementerian Keuangan. Tujuannya agar talenta lokal dapat berkontribusi dalam instansi kami," tambah Mufti Arkan.
Selama acara berlangsung, pengunjung juga berkesempatan untuk memenangkan voucher belanja di berbagai stan UMKM melalui partisipasi dalam kuis dan dengan mengikuti aktivitas seru lainnya. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan efek positif bagi masyarakat di Pulau Dewata.
Salah satu pelaku UMKM, I Wayan Idep, merasa gembira dengan kesempatan yang diberikan lewat bazar ini. Ia berharap acara ini bisa memperkenalkan produk tenun ikat yang diproduksinya kepada masyarakat yang lebih luas. "Kegiatan ini memberikan peluang baru untuk meningkatkan penjualan kami. Sebelumnya, kami juga berpartisipasi saat perayaan 17 Agustus. Dengan pembinaan yang kami terima, kami belajar banyak tentang pembukuan dan pemasaran online," ungkap pemilik UMKM Tenun Ikat Sri Sedana.
Kegiatan bazar ini bukan hanya sekedar pameran produk, tetapi juga mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka mewujudkan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
ANTARA
Bazar UMKM Kemenkeu Bali, Dorong Ekonomi Inklusif dan Peningkatan Omzet
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







