PEKANBARU –
**Borneonews - Siak**, Direktur Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Then Suyanti, memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Siak atas upayanya menerjunkan sebelas dokter spesialis setiap minggu. Langkah ini adalah bagian dari program Siak Melayani Kesehatan Masyarakat atau *Melesat*, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di pedesaan. Dalam sebuah acara peluncuran program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berlangsung di Kecamatan Koto Gasib, Riau, Suyanti menekankan bahwa inovasi ini belum pernah dilakukan di daerah lain dengan skala yang sama. “Hanya di Siak ada program yang melibatkan bupati untuk membawa sebelas dokter spesialis turun langsung ke desa-desa, melakukan pemeriksaan kesehatan warga. Sementara di daerah lain, jumlah ini belum ada yang mencapai sebelas orang,” ujarnya. Peluncuran ILP bertepatan dengan program *Melesat* yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Rozi Chandra. Suyanti menambahkan, melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Siak berhasil memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Lebih lanjut, ia juga memuji komitmen Pemerintah Kabupaten Siak yang telah meluncurkan lima belas puskesmas untuk mendukung program ILP. “Program ini memiliki dampak positif yang besar bagi masyarakat, memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau semua warga dengan baik. Dengan adanya puskesmas, posyandu, dan pustu yang terintegrasi, layanan kesehatan masyarakat jadi lebih konsisten dan berkualitas karena didukung oleh sarana prasarana serta alat kesehatan yang memadai,” ungkapnya. Rozi Chandra, mewakili Bupati Siak Alfedri, menekankan bahwa kegiatan *Siak Melesat* merupakan upaya berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dapat berkonsultasi dan berobat langsung kepada sebelas dokter spesialis yang hadir. Siak tercatat sebagai daerah ke-82 yang meluncurkan program ILP di antara 514 kabupaten dan kota yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan bagi warganya. ANTARA