**Borneonews - Pasaman Barat**, Harga jagung pipilan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, harga jagung tercatat naik dari Rp3.300 menjadi Rp5.000 per kilogram, atau meningkat sebesar Rp1.700 per kilogram.
Salah satu petani jagung dari Garuntang, Kecamatan Pasaman, Ipal, menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut telah terjadi selama beberapa hari terakhir. Ia menyebutkan bahwa peningkatan harga ini kemungkinan disebabkan oleh tingginya permintaan dari pabrik pengolahan pakan ternak di berbagai daerah, sementara hasil panen para petani masih belum optimal.
Ipal memperkirakan, panen jagung secara masif di kalangan petani akan terjadi pada bulan depan. Ia berharap, stabilitas harga dapat terjaga demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar. Saat ini, mayoritas petani di wilayah ini mulai memasuki periode panen, dengan puncaknya diperkirakan akan berlangsung di awal bulan September mendatang.
Para petani juga mengharapkan dukungan dari pemerintah untuk menjamin kualitas bibit yang tersedia di pasaran. Hal ini penting karena banyak petani yang mengalami kerugian akibat kesalahan dalam memilih bibit, yang terkadang berujung pada serangan penyakit bulai pada tanaman mereka.
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat melaporkan bahwa pada semester I tahun 2024, produksi jagung mencapai 122.356 ton, yang ditanam di lahan seluas 18.336 hektare yang tersebar di 11 kecamatan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menegaskan bahwa masih ada target produksi sebanyak 223.236 ton yang harus dicapai hingga akhir tahun, sehingga masih perlu 100.880 ton produksi tambahan. Dijelaskan juga bahwa tiga kecamatan dengan produksi jagung tertinggi mencakup Kecamatan Luhak Nan Duo sebanyak 20.604 ton, Kecamatan Pasaman sebanyak 19.686 ton, dan Kecamatan Ranah Batahan dengan 15.930 ton.
Doddy optimis bahwa target produksi yang ditetapkan dapat dicapai. Dalam upaya meraih target tersebut, pihaknya telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk penambahan luas lahan tanam serta peningkatan kemampuan petani melalui program pelatihan.
Saat ini, luas lahan tanam jagung mencapai 18.336 hektare, dan untuk tahun 2024, ada rencana penambahan seluas 2.000 hektare. Dengan adanya tambahan luas lahan ini, target produksi jagung diharapkan dapat mencapai 223.236 ton sepanjang tahun 2024.
ANTARA
Kenaikan Harga Jagung di Pasaman Barat Capai Rp5.000 Per Kilogram
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







