**Borneonews - Jakarta**, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melakukan langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman melalui hibah inovatif. Pada kesempatan ini, Udinus menyerahkan robot gamelan yang diberi nama Sekar Nuswantoro kepada Goethe-Institut. Hibah tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan kerjasama yang lebih erat antara kedua negara dalam sektor kebudayaan dan teknologi.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Udinus, penyerahan robot tersebut dilaksanakan oleh Wakil Rektor IV Bidang Penelitian dan Kerja Sama Udinus, Pulung Nurtantio Andono, kepada Thomas Graf, Deputi Duta Besar Jerman untuk Indonesia. Rektor Udinus, Edi Noersasongko, menekankan bahwa hibah ini bukan sekadar pemberian, tetapi merupakan simbol dari kolaborasi yang kuat antara budaya dan teknologi di kedua negara. Ia berharap bahwa kerja sama ini akan terus berkembang di masa mendatang.
Edi menegaskan, "Dengan adanya hibah ini, kami berharap lebih banyak inovasi yang dapat muncul dari kolaborasi antara Indonesia dan Jerman, khususnya dalam aspek kebudayaan dan kemajuan teknologi yang saat ini semakin pesat." Abad ke-21 menuntut penggabungan antara inovasi dan pelestarian budaya, dan Udinus bertekad untuk menjadi pelopor dalam hal ini.
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa Robot Sekar Gamelan dan E-Gamelanku yang ditampilkan merupakan bagian dari komitmen Udinus untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Ide untuk menciptakan Robot Gamelan Sekar Nuswantoro muncul dari keprihatinan Edi ketika melihat banyak instrumen gamelan yang terdaftar di *UNESCO*, namun tidak ada orang yang mampu memainkannya. "Penampilan ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat bersinergi dengan budaya untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa. Robot gamelan ini juga menjadi terobosan bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia," tambah Edi.
Pada momen yang sama, Thomas Graf mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas hibah yang diberikan oleh Udinus. Ia juga merasa terkesima dengan penampilan dari inovasi yang ditampilkan. "Robot gamelan ini tidak hanya menampilkan kecanggihan teknologi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk melestarikan budaya Indonesia yang sangat kaya. Kami sangat mengapresiasi kontribusi ini, yang merupakan terobosan luar biasa dari Udinus," ujar Graf.
Sebelum resmi diserahkan, robot Sekar Nuswantoro berhasil memukau para tamu yang hadir dengan kemampuannya memainkan tiga lagu Jawa. Selain itu, penampilan yang tak kalah menarik ditampilkan oleh E-Gamelanku, inovasi lain dari Udinus yang dimainkan oleh tujuh mahasiswa. Suara merdu dari dua sinden Udinus juga berhasil menghipnotis para penonton dalam acara bertajuk *Alles Goethe* yang berlangsung di Goethe-Institut, Jakarta.
Sebagai informasi tambahan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Udinus Edi Noersasongko, yang didampingi oleh Ketua Umum Yayasan Dian Nuswantoro, Tri Rustanti, dan Ketua Yayasan Dian Nuswantoro, Lakshiputri Arnindita. Inovasi dan kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan kebudayaan di kedua negara.
ANTARA
Udinus Hibahkan Robot Gamelan untuk Perkuat Hubungan Indonesia-Jerman
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







