BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias mengatakan bahwa pengendalian inflasi melalui 4K dilakukan dengan menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan melakukan komunikasi efektif.
"Ketersediaan pasokan dapat dilakukan melalui percepatan pembangunan RTR (Rice-To-Rice) dan RMP (Rice Milling Plant) di Kawasan Food Estate, peternakan terintegrasi," kata Andri pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Selanjutnya, kata Andri, perluasan areal tanam untuk komoditas IR42 perlu terus dilakukan dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan beras di Kalteng.
"Implementasi kerangka keterjangkauan harga dilakukan melalui pelaksanaan pasar murah atau operasi pasar yang terus dilaksanakan di berbagai kabupaten kota dan berfokuskan kepada komoditas pangan strategis antara lain beras, aneka bawang, gula pasir, minyak goreng, daging ayam ras, dan telur ayam ras," bebernya.
Optimalisasi komunikasi perhubungan intra dan antar provinsi, seperti membentuk forum koordinasi dan kerjasama antar dinas perhubungan, untuk memastikan kelancaran jalur distribusi pangan ke Kalimantan Tengah.
--page
"Komunikasi efektif yang telah dilakukan dengan secara rutin melakukan evaluasi inflasi bulanan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID dan rapat koordinasi bersama Kemendagri perlu terus dilakukan," bebernya.
Sehubungan dengan, katanya, langkah-langkah pengendalian inflasi dan early warning terkait ketersediaan stok dan kesiapan menghadapi HBKN. (TESTI PRISCILLA/Y)









