**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, baru-baru ini melakukan pertemuan dengan 11 Bit Studios, sebuah pengembang gim terkemuka asal Polandia. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu penerbit *game* terbesar di negaranya, dengan valuasi sekitar 400 miliar dolar AS dan telah memproduksi berbagai judul yang mendunia.
Dalam pertemuan yang berlangsung di alamat Brzeska 2, 03-737 Warszawa, Polandia, Menparekraf menyampaikan harapannya untuk membentuk kemitraan yang kuat dalam upaya pengembangan industri *game* di Indonesia. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi pertemuan antara 11 Bit Studios dengan mitra-mitra yang direkomendasikan dari Indonesia.
Sandiaga menegaskan bahwa potensi kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari publikasi bersama, pengembangan seni dan porting, hingga pertukaran ilmu mengenai praktik terbaik dalam industri *game*. Dengan pengalaman lebih dari 14 tahun, 11 Bit Studios memiliki kemampuan grafis yang canggih dan modern, serta integrasi nilai budaya yang dapat menjadi referensi dan pembelajaran untuk kemajuan industri *game* di Indonesia.
Menteri Sandiaga menilai bahwa terdapat kesamaan antara 11 Bit Studios dan Indonesia, yang juga dikenal akan kekayaan budaya dan etniknya. Ia berpendapat bahwa keberagaman budaya Nusantara harus tercermin dalam pembuatan gim, serupa dengan cara 11 Bit Studios menciptakan *game* seperti *Coral Island* yang mengambil tema lingkungan di kepulauan dan budaya Bali, serta *A Space for the Unbound* yang menggambarkan kehidupan siswa-siswi di pedesaan Indonesia.
Pengembang seperti 11 Bit Studios dan pengembang *game* di Indonesia memiliki kesamaan dalam menonjolkan nilai-nilai budaya di dalam produk *game* mereka. Oleh karena itu, diharapkan akan ada pertukaran ilmu dan pengetahuan betapa pentingnya budaya dan narasi sebagai nilai jual dalam industri *game*, tuturnya.
Salah satu judul yang terkenal dari 11 Bit Studios adalah *Frostpunk*, yang mengambil latar belakang dari peristiwa erupsi Gunung Krakatau dan Tambora pada tahun 1886-1887. Peristiwa tersebut menyebabkan *volcanic winter* secara global, kegagalan panen, dan banyaknya korban jiwa. *Game* ini sukses terjual lebih dari 250.000 kopi dalam tiga hari pertama peluncurannya dan meraih penghargaan sebagai visual terbaik di Australian Game Awards.
Menteri Sandiaga menutup pernyataannya dengan harapan untuk menarik investasi dan menjalin kerjasama dengan *game* yang berasal dari Indonesia, agar dapat meraih sukses di pasar internasional.
ANTARA
Kerja Sama Pengembangan Industri Game Antara Indonesia dan Polandia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







