SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Perbankan swasta berperan aktif dalam meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh pinjaman online (pinjol) ilegal, yang seringkali merugikan masyarakat, termasuk pelaku usaha. Dalam konteks ini, CIMB Niaga secara khusus berkomitmen untuk memahami dan memenuhi kebutuhan usaha kecil dan menengah (UKM) yang kerap menghadapi kendala dalam mengakses lembaga keuangan. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Solo, Jawa Tengah, Consumer Banking Director CIMB Niaga, Noviady Wahyudi, menjelaskan bahwa banyak UKM yang terpaksa terjerat pinjol ilegal akibat keterbatasan dana. Untuk membantu menyelesaikan masalah ini, CIMB Niaga menawarkan fasilitas pinjaman tanpa memerlukan agunan atau dokumen usaha, sehingga lebih memudahkan akses bagi UKM. Ia menambahkan, "Kami melihat bahwa UKM sering mengalami kesulitan dalam hal pendanaan ketika ingin mengembangkan usaha mereka. Oleh karena itu, dengan melakukan transaksi aktif melalui *OCTO Merchant*, UKM dapat mengajukan pinjaman yang diperlukan." Plafon pinjaman yang ditawarkan oleh CIMB Niaga mencapai Rp10 juta dengan tenor selama 12 bulan. Misalnya, jika seorang pelaku usaha meminjam Rp1 juta untuk tenor tiga bulan, mereka hanya perlu mengangsur sebesar Rp350.000 per bulan. Hal ini tentunya memberikan kelegaan bagi UKM yang membutuhkan dana cepat untuk pengembangan usaha. Noviady juga menggarisbawahi bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menumbuhkan perekonomian lokal. Ia menekankan bahwa bunga pinjaman yang dikenakan kepada peminjam di perbankan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pinjol ilegal, sehingga pilihan untuk meminjam melalui bank menjadi lebih menguntungkan. Program nontunai seperti QRIS juga menjadi bagian dari upaya tersebut, di mana sistem ini memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk bertransaksi secara digital. Pemilihan Solo sebagai lokasi peluncuran *OCTO Merchant* tidak terlepas dari dinamika positif yang terjadi dalam dunia bisnis di daerah tersebut. Noviady menyatakan bahwa secara nasional, CIMB Niaga memiliki pangsa pasar sebesar 4 persen, namun di Solo, pangsa pasarnya mencapai 10 persen. Angka ini mencerminkan aktivitas bisnis yang sangat berkembang di wilayah Solo dan sekitarnya. ANTARA