**Borneonews - Lumajang**, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang di Jawa Timur telah mengalami serangkaian erupsi pada hari Minggu. Hingga pukul 18.41 WIB, tercatat sebanyak 11 kali letusan terjadi, meskipun visual dari setiap letusan tidak berhasil diamati dengan jelas.
Kejadian erupsi pertama tercatat pada pukul 06.47 WIB. Meskipun visual letusannya tidak dapat dilihat, erupsi tersebut terekam oleh alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi sekitar 109 detik. Sekitar tiga jam setelahnya, letusan kedua terjadi pada pukul 09.41 WIB, sekali lagi tanpa ada pengamatan visual. Namun, terekam amplitudo maksimum sebesar 23 mm dengan durasi 134 detik.
Letusan berikutnya terjadi pada pukul 10.51 WIB, yang juga tidak teramati secara visual, namun terdeteksi dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 150 detik. Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, terus mengalami erupsi hingga laporan dibuat, dengan visual yang tetap tidak terpantau.
Sehubungan dengan aktivitas vulkanik ini, Sigit Rian Alfian, seorang petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, menginformasikan bahwa status Gunung Semeru kini berada pada Level II atau Waspada. Dalam hal ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dengan jarak delapan kilometer dari puncak gunung.
Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan potensi bahaya yang timbul dari pergerakan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru, yang berpotensi mengalami lontaran batu yang bisa berbahaya.
Lebih lanjut, PVMBG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar yang mungkin terjadi di sepanjang aliran sungai yang bersumber dari puncak Gunung Semeru. Wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai mencakup Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada anak-anak sungai yang berasal dari Besuk Kobokan.
ANTARA
Gunung Semeru Alami 11 Kali Erupsi, Warga Diminta Waspada
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







