**Borneonews - Lamongan,** Inovasi dalam sektor hortikultura melalui budidaya melon dengan sistem *green house* kini menjadi sorotan utama di Kabupaten Lamongan. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan, Nurul Mukminin, menyatakan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Karena keberhasilan yang diraih, saat ini, budidaya melon dengan teknik *green house* telah menjelma menjadi sektor unggulan di daerah tersebut. Nurul menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya inovasi pertanian modern yang dikelola oleh petani-petani muda.
Selama tiga tahun terakhir, potensi ekonomi dari budidaya melon ini telah berkembang pesat, terutama di beberapa kecamatan yang terbukti dapat menghasilkan melon dalam jumlah besar. Kecamatan Mantup, Ngimbang, Sukodadi, Karanggeneng, Brondong, Solokuro, Sugio, dan sekitarnya menjadi wilayah yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Contoh konkret dari keberhasilan ini terlihat pada melon yang dibudidayakan di Kecamatan Mantup. Melalui sistem *green house*, produk melon dari kawasan ini bukan hanya didistribusikan di dalam kota, tetapi juga berhasil menembus pasar luar kota. Mereka bahkan menjalin kerjasama dengan perusahaan besar seperti Sunpride serta jaringan ritel Alfamidi dan Alfamart.
Menyikapi potensi yang menjanjikan ini, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa pendampingan dari pelatih berpengalaman yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mereka juga membantu dalam akses permodalan bagi para petani.
Salah satu pelaku usaha di Kecamatan Mantup, Arief Farm Akhmad Arief Susanto, mengungkapkan bahwa ia mengelola tiga varietas melon, yaitu Melon Golden Alisha, Golden Emerald/Inthanon, dan Melon Fujisawa. Saat ini, Arief bekerja sama dengan mitra lainnya untuk menjalankan 23 *green house*, di mana setiap *green house* berukuran 500 meter persegi mampu memproduksi hingga 1,8 ton melon dari total 1.000 bibit.
Jika produktivitas melon yang dikelola oleh Arief mencapai 4 ton dalam satu kali panen yang dilakukan setiap bulan, ia pun mengaku menjalin kerjasama dengan perusahaan Sunpride untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Dari 23 *green house* yang dikelola, Arief menyatakan bahwa ia dapat melakukan panen satu kali dalam seminggu dengan keuntungan yang mencapai Rp27 juta untuk setiap *green house*. Biaya produksi yang dikeluarkan hanya sekitar Rp7 juta, yang meliputi cost untuk benih, pupuk, pestisida, dan upah pekerja.
"Setiap kilogramnya saya jual ke mitra dengan harga Rp18.000. Jika dikalikan dengan produktivitas satu *green house* yang mencapai 1.500 kilogram, maka keuntungan yang saya peroleh adalah Rp27 juta," jelas Arief.
Dalam penjelasannya, Arief juga menunjukkan bahwa budidaya melon menggunakan sistem *green house* melibatkan teknik penanaman dengan menggunakan polybag, *foyld*, dan *NFT*, serta dilengkapi dengan sistem irigasi tetes. Metode ini memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kualitas hasil produk yang dihasilkan.
"Keunggulan sistem ini adalah mengurangi risiko serangan hama dan jamur," tutup Arief.
ANTARA
Inovasi Budidaya Melon Green House Tingkatkan Ekonomi Lamongan
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







