BORNEONEWS, Pangkalan Bun - RSUD Sultan Imanudin (SI) Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat tahun selalu melengkapi fasilitas sarana, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. Dan tahun ini RSUD Sultan Imanudin Pangkalan akan memiliki alat CT Scan.
Direktur RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun Suyuti Syamsul mengatakan, alat CT scan adalah sebuah mesin pemindai berbentuk lingkaran besar, cukup untuk dimasuki orang dewasa dengan posisi berbaring. Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan.
"Kita beli alat itu senilai Rp5 miliar bersama instalasinya," kata Suyuti, belum lama ini.
Ia menjelaskan, persyaratan agar mendapat izin melayani CT Scan adalah harus memiliki ruangan khusus yang layak untuk dijadikan ruang pengoperasian. Dan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan ruangan instalasi yang bangunannya pun harus dilapisi baja.
"Biayanya sangat mahal untuk menyiapkan CT Scan karena ruangannya saja harus berlapis baja agar tidak terjadi radiasi bila ada kebocoran sinar x, yang bisa sangat membahayakan masyarakat apalagi tenaga ahlinya," ujarnya.
Sebelum alat CT Scan itu mulai melayani masyarakat, terlebih dahulu akan ada pengetesan dari tim tentang layak tidaknya ruangan yang disiapkan.
"Nantinya CT Scan itu dicoba ditembakan, bila ada kebocoran, maka akan ditunda penggunaannya," katanya.
Suyuti memastikan, mesin CT Scan mulai dioperasikan pada Desember 2016 setelah mendapat ijin layak dari tim. Untuk tenaga medisnya, petugas yang ada akan diberi pelatihan dan tenaga medis khusus CT Scan itu sangat perlu diperhatikan kesehatanya karena tiap hari mereka berhadapan langsung dengan alat itu.
Ia menambahkan, meski dengan keterbatasan yang ada, pihak rumah sakit harus pintar pintar mengelola anggaran yang ada, sebab melengkapi fasilitas rumah sakit sangat penting.
"Mengingat saat ini RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun menjadi rumah sakit rujukan," tukasnya. (CECEP HERDI/m)








