**Borneonews - Trenggalek**, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, yang terletak di Jawa Timur, baru-baru ini memperoleh penghargaan bergengsi di tingkat ASEAN dalam kategori kesejahteraan sosial. Penghargaan ini diberikan atas inovasi program yang dikenal dengan nama Keluarga Sehat Dibayar, atau dalam istilah *the healthy families, the lucky ones*. Program ini dinilai berhasil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang akrab dipanggil Mas Ipin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian acara KTT Pemimpin Perempuan ASEAN yang ketiga, diadakan di Kota Vientiane, Laos, pada tanggal 23 Agustus. Meskipun Bupati tidak hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut, posisi beliau diwakili oleh Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indra Gunawan.
Acara tersebut mengangkat tema penguatan ekonomi yang berfokus pada ketahanan, serta memperlihatkan keterlibatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dari seluruh negara anggota ASEAN. Program Keluarga Sehat Dibayar berhasil menarik perhatian karena fokusnya tidak hanya pada peningkatan kesehatan, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat sebagai subyek dalam pembangunan.
Dalam konteks ini, pembangunan *responsive gender* memiliki makna penting, yakni memastikan bahwa kelompok masyarakat yang rentan dapat akses, berpartisipasi, dan mendapatkan manfaat dari pembangunan yang ada. Dari sisi finansial, program ini juga dirancang dengan efisiensi karena anggarannya dianggap lebih murah dan efektif dibandingkan dengan pengeluaran untuk layanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif.
Konsep di balik program ini adalah memberikan insentif kepada keluarga tidak mampu yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (DTKS GERTAK). Melalui Keluarga Sehat yang Beruntung, terdapat motivasi yang kuat bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan, yang dapat meminimalisasi kebutuhan perawatan jangka panjang.
Mas Ipin menegaskan bahwa program ini berpandangan baru. Ia menyatakan, "Keluarga sehat yang beruntung mengubah paradigma dari yang awalnya berkisar pada penyakit menjadi kesehatan. Menjaga kesehatan adalah hal yang menguntungkan."
Berbeda dengan banyak program kesehatan yang umumnya memberikan bantuan hanya saat seseorang jatuh sakit, program ini memberikan dorongan kepada keluarga agar aktif menjaga kesehatan, dimana insentif akan diberikan jika mereka memenuhi indikator tertentu. Indikator tersebut mencakup belasan kriteria yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, seperti pelaksanaan imunisasi dasar lengkap, partisipasi dalam program berencana, dan tidak ada anggota keluarga yang merokok.
Dengan adanya 53.556 penerima manfaat, program ini telah menghasilkan kemajuan nyata dalam meningkatkan Indeks Keluarga Sehat (IKS). Di Trenggalek, IKS meningkat dari 0,10 pada tahun 2019 hingga mencapai 0,35 di semester pertama tahun 2024. Tercatat pula, perawatan untuk penderita TBC telah meningkat dari 23 persen pada tahun 2019 menjadi 88,72 persen pada semester pertama 2024. Sementara untuk penderita hipertensi, tingkat pengobatan teratur naik dari 9 persen menjadi 46,60 persen dalam periode yang sama, serta pengobatan untuk penderita gangguan jiwa juga menunjukkan kemajuan signifikan, dari 46 persen menjadi 92,19 persen.
Dengan berbagai pencapaian ini, program Keluarga Sehat Dibayar diharapkan dapat terus menginspirasi upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Trenggalek dan menjadi contoh bagi daerah lain.
ANTARA
Trenggalek Raih Penghargaan ASEAN Berkat Program Keluarga Sehat
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







