MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Danamon Expo (DXPO) 2024 yang berlangsung di Makassar ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan digitalisasi di sektor keuangan. Salah satu inisiatif utama yang diangkat adalah peningkatan penggunaan *Quick Response Code Indonesian Standard* (QRIS) dalam melakukan transaksi. Enrico Sutarto, yang menjabat sebagai Kepala Bisnis Lending Konsumen di PT Bank Danamon Indonesia, Tbk, menjelaskan bahwa pada acara DXPO 2024, terdapat beragam produk layanan yang ditawarkan. Selain itu, acara ini juga berfokus pada upaya literasi keuangan yang mencakup cara mengelola keuangan individual dan mencapai tujuan finansial. Lebih jauh, sosialisasi terkait penggunaan QRIS menjadi salah satu kunci penting dari kegiatan ini. Enrico menambahkan bahwa kegiatan DXPO 2024 tidak hanya sekadar promosi produk, tetapi juga mencakup edukasi untuk masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi risiko, seperti terlibat dalam pinjaman online atau judi online. Dalam hal ini, Danamon juga menawarkan pembiayaan yang sah dan dapat membantu nasabah dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Dalam upaya menerapkan QRIS, pihak penyelenggara telah menyiapkan beberapa merchant yang memungkinkan para pengunjung untuk melakukan transaksi menggunakan QRIS, baik untuk layanan konsumsi maupun produk-produk lain yang tersedia. Di sisi lain, Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Sulawesi Selatan melaporkan hasil yang menggembirakan dari sosialisasi penggunaan digital keuangan, terutama QRIS. Pada bulan Maret 2024, nilai transaksi menggunakan QRIS tercatat mencapai Rp1,1 triliun. Ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu sekitar 156 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, volume transaksi juga meningkat hingga 8 juta kali, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 116 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan transaksi ini sejalan dengan munculnya berbagai merchant yang menerapkan QRIS di lapangan. Hingga saat ini, jumlah merchant yang terdaftar mencapai 958.897, dan ada 1.956.234 pengguna yang memanfaatkan sistem ini untuk melakukan transaksi. Inisiatif ini diharapkan dapat terus mendorong budaya transaksi digital yang lebih aman dan efisien di masyarakat. ANTARA