**Borneonews - Jakarta**, Vaksinolog sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Dirga Sakti Rambe, menjelaskan betapa pentingnya vaksinasi bagi individu yang berada di usia dewasa. Hal ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit yang dapat muncul seiring bertambahnya usia.
Dr Dirga menekankan bahwa konsep vaksinasi tidak hanya terbatas pada usia anak-anak, namun juga berlanjut sepanjang masa hidup manusia. Menurutnya, perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi seharusnya dimulai sejak dalam kandungan hingga usia lanjut. "Kita ingin sepanjang hidup seseorang terlindungi, dan vaksinasi adalah salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut," ungkapnya saat ditemui di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa beberapa vaksin telah diberikan kepada anak-anak. Namun, seiring berjalannya waktu, kadar antibodi dalam tubuh dapat menurun. Oleh karena itu, diperlukan dosis penguat atau *booster* ketika seseorang memasuki usia dewasa untuk mempertahankan kekebalan tubuh.
Dr Dirga juga mencatat bahwa ada penyakit yang lebih sering terjadi pada orang dewasa, seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan ginjal, yang jarang atau tidak ditemukan pada anak-anak. "Saat seseorang dewasa, mereka rentan terhadap berbagai penyakit, sehingga vaksinasi sangat penting," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah orang dewasa yang belum pernah menerima vaksinasi saat masa kecil mereka. "Oleh karena itu, saat dewasa, vaksinasi menjadi sangat penting, terutama untuk vaksin yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa, seperti vaksin cacar api," tambahnya.
Dr Dirga menyampaikan bahwa meskipun semua vaksin itu penting, cara pemilihan prioritas vaksin perlu diperhatikan sesuai dengan ketersediaan dan urgensinya. Terlebih lagi, biaya vaksin juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Dia mencontohkan, kelompok lansia pada umumnya diartikan sebagai mereka yang berusia 60 tahun ke atas, namun di Indonesia bisa jadi berada pada rentang 50-60 tahun. Hal ini disebabkan oleh munculnya penyakit-penyakit degeneratif ketika seseorang memasuki usia tua.
Saat ini, pemerintah telah mengakomodasi lebih dari 50 persen kebutuhan vaksin, namun mayoritas masih terfokus untuk anak-anak. Untuk orang dewasa, umumnya masih diperlukan biaya yang dikeluarkan secara mandiri. "Sangat disayangkan, di Indonesia, vaksin untuk orang dewasa kebanyakan memang masih harus dibayar sendiri, meski tersedia berbagai vaksin baru yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang ada di masa lalu," ujarnya.
Lebih jauh, Dr Dirga juga mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi yang terlihat selama pandemi COVID-19. Namun, ia menyoroti masih adanya tantangan dalam hal jaminan dari pemerintah untuk vaksinasi dewasa. "Selama pandemi, kesadaran warga dewasa meningkat. Kini banyak orang yang menyadari betapa pentingnya vaksin. Akses ke vaksin saat ini lebih baik ketimbang sebelumnya, namun kita masih memiliki pekerjaan rumah terkait penyediaan dan jaminan dari pemerintah, terutama jika dibandingkan dengan kebutuhan vaksin pada anak-anak," ungkapnya.
ANTARA
Pentingnya Vaksinasi Dewasa untuk Perlindungan Kesehatan Seumur Hidup
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







