JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan bahwa saat ini Yayasan BUMN tengah melakukan strategi pemfokusan (refocusing) guna mencari solusi terhadap tiga isu krusial, yaitu kesehatan ibu dan anak, masalah kesehatan mental, serta kerusakan lingkungan. Dalam acara Grand Final Pitch Pikiran Terbaik Yayasan BUMN yang berlangsung di Jakarta, Erick menyampaikan bahwa permasalahan yang dihadapi Yayasan BUMN sangat beragam. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk memfokuskan perhatian pada isu-isu yang mendesak tersebut. "Kami berusaha untuk refocusing, dengan menekankan pada kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental, serta kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan," ujar Erick. Salah satu alasan di balik fokus pada kesehatan ibu dan anak adalah fakta bahwa sekitar 149 juta anak di seluruh dunia mengalami stunting, dan Indonesia menyumbang sekitar 6,3 juta dari jumlah tersebut. Menteri Erick menegaskan bahwa dampak dari stunting bersifat jangka panjang, yang akan dirasakan oleh anak selamanya. Dalam hal kesehatan mental, data dari *Indonesia National Adolescent Mental Health Survey* (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja di Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental. Selain itu, 61 persen remaja diketahui pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, sementara hanya 10,4 persen yang mendapatkan perawatan yang memadai. "Kasus bunuh diri di Indonesia diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan laporan yang masuk, dengan tingkat pelaporan yang sangat rendah, hanya mencapai 30 persen," tambahnya. Erick juga memberikan perhatian khusus terhadap isu kerusakan lingkungan. Dia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pengguna pestisida terbesar di dunia, menempati posisi ketiga. Selain itu, degradasi lahan menjadi masalah serius, mencakup 25 persen dari total lahan yang ada di Tanah Air. Tak hanya itu, pengelolaan sampah di Indonesia juga cukup memprihatinkan, di mana baru sekitar 30 persen limbah yang dikelola dengan baik. Untuk mencapai keberhasilan dalam program *refocusing* ini, Menteri Erick menekankan pentingnya menciptakan ekosistem kolaborasi antara pihak swasta dan BUMN. "Penting untuk membangun sinergi di antara BUMN dan sektor swasta agar bisa mencari dan menghadirkan solusi konkret dalam mengatasi persoalan yang ada," jelasnya. Dengan begitu, diharapkan kolaborasi ini dapat membantu menyelesaikan sejumlah tantangan yang dihadapi, baik dalam bidang kesehatan maupun lingkungan. ANTARA