BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, Muhammad Jaini, menegaskan bahwa Kirab Merah Putih yang diadakan untuk kelima kalinya merupakan simbol persatuan dan kebersamaan bagi masyarakat di provinsi dengan populasi lebih dari empat juta jiwa yang tersebar di 13 kabupaten dan kota ini. Momen penting tersebut dimulai di depan Kodim 1022 yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di Batulicin, pada tanggal 24 Agustus. Dalam kesempatan ini, Jaini menekankan bahwa Kirab Merah Putih bukanlah sekadar sebuah parade, melainkan merupakan representasi utuh dari semangat untuk menjaga persatuan di tengah keragaman yang ada di Kalimantan Selatan. Jaini memberikan apresiasi terhadap inisiatif Gubernur H Sahbirin Noor, yang lebih dikenal dengan sapaan Paman Birin, dalam menyelenggarakan acara Kirab Merah Putih yang kini sudah memasuki tahun kelima. Ia mengungkapkan, "Kirab Merah Putih menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan kebersamaan di Kalsel masih sangat solid," dikatakannya saat mengikuti rombongan rider yang menempuh jalur bebas hambatan Banjarbaru - Batulicin sepanjang sekitar 194 kilometer. Gubernur Kalsel melepaskan Kirab Merah Putih dengan pengibaran bendera, didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Hj Raudhatul Jannah, atau yang lebih akrab dipanggil Acil Odah, serta Komandan Korem 101 Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto. Selain itu, dalam rangkaian acara Kirab Merah Putih, juga dilakukan peresmian lima kelas baru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di Simpang Tiga Mentewe, Tanbu, menjelang garis finis di Alam Roh 24 Kiram, Kabupaten Banjar. Sebelum kegiatan kirab dimulai, Gubernur Kalsel menyampaikan harapannya agar semua peserta dapat menyelesaikan perjalanan dengan selamat serta mematuhi semua peraturan lalu lintas yang berlaku. Sepanjang perjalanan Kirab Merah Putih ke-5, terdapat beberapa titik peristirahatan yang disediakan, antara lain di Simpang Tiga Mentewe Tanbu, Gunung Papua, Simpang Empat Sumber Baru, dan di Jembatan Awang Bangkal di Kabupaten Banjar. Di rute tersebut, juga diadakan peresmian jalan baru sebelum peserta melanjutkan perjalanan menuju garis finis. Setibanya di garis finis, para peserta kirab disambut dengan layanan dapur gratis yang disediakan oleh Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel, termasuk makanan dan minuman untuk para *rider*, sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas partisipasi mereka dalam kegiatan kirab kali ini, jelas M Jaini. ANTARA