**Borneonews - Kota Bogor**, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memilih Kota Bogor, Jawa Barat, sebagai lokasi untuk penyelenggaraan Puncak Pekan Menyusui Sedunia atau *World Breastfeeding Week*. Penilaian ini didasarkan pada komitmen Kota Bogor yang sangat mendukung program pemberian ASI eksklusif bagi para bayi.
Pada kesempatan yang berlangsung di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Penjabat Wali Kota Hery Antasari mengungkapkan bahwa acara ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI yang cukup untuk setiap anak, terlepas dari latar belakang atau kondisinya.
Hery menyatakan, Kami juga berupaya untuk menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga, masyarakat, dan kepada komunitas kesehatan untuk meningkatkan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. Dengan demikian, diharapkan pemahaman mengenai pentingnya ASI eksklusif dapat lebih meluas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah mengambil langkah konkret dalam mendukung program ASI eksklusif. Hal ini terlihat dari adanya regulasi yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak, serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2017 yang mengatur tentang pemberian ASI Eksklusif dan Perwali Nomor 48 Tahun 2017 terkait dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Hery juga mengungkapkan bahwa impak dari regulasi tersebut sangat positif. Pemberian ASI eksklusif di Kota Bogor meningkat dari 9.942 bayi atau 60,56 persen pada tahun 2022 menjadi 10.081 bayi atau 62,44 persen pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan regulasi tersebut diikuti oleh peningkatan jumlah bayi yang menerima ASI eksklusif.
Kota Bogor, dalam upaya mendukung program ini, telah membentuk kelompok pendukung yang tersebar di 68 kelurahan dan menyediakan ruang menyusui di seluruh rumah sakit, puskesmas, serta fasilitas publik lainnya. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membuat lingkungan yang lebih mendukung bagi ibu menyusui.
Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, menekankan bahwa Kota Bogor dipilih sebagai lokasi Puncak Pekan Menyusui Sedunia dan peluncuran *telekonseling* karena komitmennya yang tinggi terhadap pemberian ASI eksklusif. Tema yang diusung untuk acara tersebut bertajuk, "Pekan Menyusui Sedunia, Menutup Jarak, Ruang dan Waktu Melalui Telekonseling Menyusui." Tema ini berparalel dengan tema global, yaitu "Closing The Gap: Breastfeeding Support For All."
Maria menjelaskan, dukungan dari Pemerintah Daerah Kota Bogor terhadap kebijakan ruang menyusui di fasilitas umum sangat signifikan. Ketersediaan ruang menyusui di pasar tradisional dan aktifnya masyarakat dalam berolahraga menjadi faktor penting dalam penilaian ini.
Di tingkat nasional, Maria menambahkan bahwa Indonesia memiliki dua undang-undang yang mendukung pemberian ASI eksklusif, yaitu Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 dan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak Nomor 4 Tahun 2024, serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024.
Selanjutnya, pendekatan baru melalui *telekonseling* telah diterapkan untuk terus mendorong cakupan ibu yang memberikan ASI eksklusif agar melebihi 70 persen. Diharapkan, setiap ibu dapat menyusui anaknya selama enam bulan pertama hanya dengan ASI eksklusif.
Maria menginformasikan bahwa Indonesia memiliki sebanyak 3.800 konselor yang siap memberikan bimbingan kepada sekitar 4,8 juta kelahiran yang terjadi setiap tahunnya. Ia berharap jumlah tenaga konselor ini akan terus bertambah, seiring dengan meningkatnya tingkat pemberian ASI eksklusif di masyarakat.
ANTARA
Kota Bogor Dukung Pemberian ASI Eksklusif Melalui Pekan Menyusui
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







