JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Bintang tenis terkemuka asal Serbia, Novak Djokovic, bertekad untuk menjadi pemain pertama dalam waktu enam belas tahun yang berhasil mempertahankan gelar US Open. Dalam usahanya ini, Djokovic, yang saat ini menempati posisi unggulan kedua, tengah merasakan euforia kemenangan di Olimpiade Paris dan berambisi untuk menorehkan serangkaian rekor baru di Flushing Meadows. Pada pertandingan perdana, Djokovic akan bertanding melawan petenis kualifikasi dari Moldova, Radu Albot, pada hari Senin waktu setempat, atau Selasa pagi waktu Indonesia. Jika berhasil merebut gelar pada turnamen ini, petenis berusia 37 tahun ini akan bergabung dengan legenda tenis seperti Jimmy Connors, Pete Sampras, dan Roger Federer sebagai juara tertua di era *Open*. Selain itu, dengan koleksi gelar Grand Slam ke-25, Djokovic berpotensi memecahkan rekor jumlah gelar terbanyak sepanjang masa, di mana saat ini, ia berbagi rekor tersebut dengan Margaret Court yang memiliki 24 gelar. Sukses mempertahankan gelarnya di New York juga akan menjadikannya sebagai pemain pertama yang mampu melakukan hal tersebut sejak Federer meraih kemenangan atas lima US Open berturut-turut mulai tahun 2004 hingga 2008. Djokovic menyatakan, "Saya tidak tahu bahwa hal ini bisa terjadi. Saya menyangka ini mungkin bisa dicapai dalam waktu lima atau sepuluh tahun, tetapi tidak menyangka dalam periode sepanjang itu," menanggapi tantangan untuk menjadi juara bertahan setelah enam belas tahun. Djokovic berharap dapat mencapai tujuan ini tahun ini. Kemenangan di US Open akan memperpanjang rekor tahunannya dengan setidaknya satu gelar Grand Slam. Sejak tahun 2011 hingga 2023, ia hanya mengalami satu kali gagal meraih gelar di turnamen *major*, yakni pada tahun 2017. Menarik untuk dicatat, tahun 2024 menandai pergeseran dalam generasi petenis dengan munculnya bintang muda seperti Carlos Alcaraz dari Spanyol, yang tengah mengejar kejuaraan Grand Slam ketiga berturut-turut setelah menang di Roland Garros dan Wimbledon. Sementara itu, petenis Italia Jannik Sinner telah meraih gelar di Australian Open, yang menandakan persaingan ketat di puncak peringkat tenis dunia saat ini. Dengan pensiunnya Federer dan Rafael Nadal yang kini berjuang dengan masalah cedera, Djokovic menganggap kompetisi melawan pemain muda Alcaraz dan Sinner menjadi sumber motivasi baru. "Persaingan yang saya alami dengan Jannik dan Carlos adalah jenis pertarungan yang menimbulkan semangat untuk terus bersaing dan mendorong diri untuk menyempurnakan permainan," ungkapnya. Djokovic juga menerima banyak pertanyaan mengenai dorongannya setelah berhasil meraih medali emas di Olimpiade. "Saya masih merasakan semangat. Saya tetap memiliki motivasi kompetitif dan masih ingin menciptakan lebih banyak sejarah serta menikmati perjalanan di tur ini," katanya. Mengenang momen emosional saat meraih medali pada Olimpiade Paris, Djokovic menyebutkan, "Itu mungkin adalah emosi paling intens yang pernah saya alami dalam karier tenis saya." Dia merasakan keunikan dari pencapaiannya setelah bertahun-tahun berjuang. Meskipun pengalaman berharga tersebut, Djokovic tidak mengabaikan ajang US Open sebagai target penting. "Grand Slam adalah pilar dalam dunia olahraga kami. Ini adalah acara tenis bersejarah terpenting yang kita punya," tegasnya. Djokovic menekankan bahwa tanpa semangat dan inspirasi untuk menampilkan permainan terbaik di Grand Slam, sulit untuk melakukannya di ajang lainnya. ANTARA