BORNEONEWS, Kuala Kurun - Saat masuk ke rumah Handrianto, salah satu pengrajin ukir asal Kabupaten Gunung Mas, terlihat dirinya sedang mengerjakan pesanan membuat ukiran pada sarung mandau. Sekitar tempatnya duduk, terpampang beberapa hasil karyanya, mulai dari mandau, dohong, pipa rokok, hingga gantuangan kunci yang diukir dengan tangan terampilnya.
Sembari mengamplas sarung mandau, Handrianto bercerita bahwa mulanya dirinya seorang pembuat sarung pisau biasa, suatu ketika dia iseng mengukir sarung mandau beserta pegangannya dengan berbekal ilmu belajar dari berbagai sumber dan hasilnya banyak orang menyukai karyanya.
"Setelah itu, saya terus balajar mengukir, kemudian belajar menjawet atau mengayam rotan sehingga saya bisa membuat semua elemen pada mandau hingga sempurna. Tidak hanya mandau, saya juga bisa membuat dohong, gantungan kunci dari akar ulin atau kayu yang saya ukir, pipa rokok dari tanduk rusa dan sebagainya" jelasnya, Senin, 26 Agustus 2024.

Usaha yang dimulai sekitar tahun 2019 ini sudah membuat karya Handrianto diminati dan dibeli oleh berbagai kalangan, mulai dari warga biasa hingga pejabat-pejabat daerah dan pejabat dari Luar Pulau Kalimantan. "Pernah ada yang pesan dari Papua," imbuhnya.
--page
Untuk bisa dipesan oleh pejabat dan warga di Papua, ternyata Handrianto mengandalkan media sosial untuk melakukan promosi, seperti melalui Facebook atau video-video di TikTok dan sosial media lainnya.
Tak ayal juga bisa dipesan pejabat, lantaran ukiran tangan Handrianto rapi dan detail, apa lagi jika mengukir pada pegangan mandau, atau media yang lebih kecil seperti gantungan kunci dan pipa rokok. Untuk membuat satu mandau atau dohong yang sempurna saja dirinya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu.

"Bersyukur banyak yang suka dengan hasil karya saya, untuk satu bulan, rata-rata saya membuat satu mandau dan satu dohong, bersyukur selalu ada yang pesan," kata Handrianto.
--page
Lebih lanjut Handrianto menggaku bersyukur, pemerintah daerah turut memberikan dukungan kepada dirinya dan pengrajin lain di Kabupaten Gunung Mas salah satunya dengan adanya pelatihan-pelatihan, selain itu juga para pengrajin dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

"Dukungan dari pemerintah daerah sudah bagus, namun kami berharap dukungannya bisa berkelanjutan, tidak hanya pelatihan namun ada juga diajarkan bagaimana cara promosi, tips penjualan, atau bisa juga hasil karya kami dijadikan souvenir jika ada tamu yang datang dari luar Kabupaten Gunung Mas," tukas Handrianto. (RISKA YULYANA/j)









