PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi UKMK pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa melalui penghimpunan, pengembangan dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna, secara profesional dan akuntabel harus terlaksana.

"Dana tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan sumber daya manusia. Termasuk penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan, sarana dan prasarana hingga pemenuhan kebutuhan pangan," kata Helmi dalam rilisnya pada Senin, 26 Agustus 2024.

Termasuk juga, lanjutnya, hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati.

"Kinerja BPDPKS diukur didasarkan pada kemampuan menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana. Dana yang disalurkan akan memberikan dampak bagi peningkatan kinerja sektor sawit di Indonesia," katanya saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan Workshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit guna mengembangkan budidaya sapi melalui pola integrasi sapi sawit atau Siska di Kota Palembang, Sumatra Selatan pada 22 Agustus 2024.

Sementara itu, Wakil Ketua Aspekpir Indonesia yang juga Ketua DPD I Aspekpir Sumatra Selatan, Bambang Gianto menjelaskan bahwa saat ini, budidaya sapi melalui pola Siska di kalangan petani sawit plasma anggota Aspekpir Sumsel, sudah cukup banyak dikembangkan.

--page

Hanya saja, untuk pengembangan budidaya sapi bagi anggota Aspekpir di Sumatra Selatan saat ini belum terhimpun dalam wadah organisasi yang kuat.

"Contohnya di wilayah kami di Muba, tidak kurang dari 1.500 ekor sapi dibudidayakan petani plasma melalui pola Siska," tutur Bambang.

Dengan dukungan BPDPKS, lanjut Bambang, pihaknya akan dapat mengakselerasi populasi sapi dan peternak sapi dengan pola Siska bagi anggota Aspekpir di Sumatra Selatan.

"Nilai tambah bagi petani sawit sangat besar sehingga pola Siska dapat dikembangkan bagi petani plasma sawit anggota Aspekpir," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Agus Darwa menyatakan akan mendukung budidaya sapi berbasis kelapa sawit secara masif, sangat penting mendapatkan dukungan BPDPKS. (TESTI PRISCILLA/y)