JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Polda Metro Jaya telah menyiapkan 4.176 personel gabungan untuk mengamankan unjuk rasa yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di dua lokasi strategis, yaitu Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa dalam pengamanan unjuk rasa tersebut, pihaknya melibatkan berbagai satuan tugas. Terdapat 2.780 personel dari Satuan Tugas Daerah (Satgasda), 245 personel dari Satuan Tugas Resor (Satgasres), serta 1.691 personel yang berasal dari Bawah Kendali Operasi (BKO) TNI, Mabes Polri, dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Dimaksudkan untuk mencapai pengamanan yang komprehensif, rencana pengamanan dilakukan secara terpadu. Pendekatan yang diterapkan menekankan pada kegiatan pengamanan yang bersifat *preemptive* dan *preventive*, serta penegakan hukum yang sesuai. Pengelompokan personel untuk pengamanan juga didasarkan pada fokus area masing-masing. Sebanyak 2.728 personel ditugaskan di area Gedung DPR/MPR RI, sedangkan 1.777 personel ditempatkan di Gedung KPU RI. Selain itu, terdapat 211 personel yang ditugaskan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Ade Ary menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas akan berlangsung secara situasional, mengikuti perkembangan di lapangan. Apabila jumlah demonstran meningkat dan menyebabkan eskalasi, maka penutupan jalan akan dilakukan. Namun, jika jumlah massa terbilang sedikit, maka arus lalu lintas akan berjalan normal. Kepada para peserta aksi, Ade Ary mengimbau agar senantiasa mengikuti aturan dan norma hukum yang ada. Ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara damai dan tidak mengandung unsur kebencian serta provokasi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Lebih lanjut, ia juga meminta kepada koordinator lapangan dan orator agar melakukan orasi dengan sekaligus menjaga adab dan tidak memprovokasi massa. "Lakukan unjuk rasa dengan damai, hindari tindakan anarkis, dan jangan merusak fasilitas umum. Hormatilah pengguna jalan lain yang melintas," ujarnya. Masyarakat yang menggunakan jalan di sekitar lokasi unjuk rasa juga diimbau untuk menghindari area tersebut dan mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan yang mungkin terjadi. ANTARA