JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan menekankan bahwa inovasi teknologi memiliki peran krusial dalam menciptakan rumah yang layak huni serta terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, tantangan dalam pembangunan perumahan yang ramah untuk MBR sangat beragam dan kompleks. Oleh karena itu, di masa yang akan datang, diperlukan berbagai terobosan teknologi untuk menghadapi tantangan tersebut. Dalam sebuah seminar daring yang diadakan baru-baru ini, Iwan menekankan, “Inovasi teknologi menjadi suatu keharusan untuk mewujudkan rumah terjangkau dan layak huni bagi masyarakat.” Iwan juga menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perumahan telah meraih beberapa penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bentuk upaya untuk melakukan inovasi dalam menciptakan teknologi perumahan. Ia menerapkan prinsip *BMW* (biaya, mutu, waktu), yang mengutamakan efisiensi biaya, dengan menggunakan material bangunan yang terjangkau dan memperbaiki metode konstruksi. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjamin mutu pembangunan rumah, terutama bagi program bantuan perumahan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang mendapat intervensi dari pemerintah. “Setiap rumah yang dibangun di berbagai wilayah Indonesia harus memastikan dua aspek penting: ketahanan terhadap gempa dan keberlanjutan lingkungan,” imbuh Iwan. Aspek waktu dalam konstruksi juga menjadi perhatian utama. Membangun rumah dengan lebih cepat akan berpengaruh positif pada efisiensi biaya dan mempercepat proses penyediaan hunian. “Tantangan untuk memenuhi target pembangunan tiga juta rumah ke depan akan teratasi jika inovasi teknologi dapat diimplementasikan,” tambahnya. Kementerian PUPR juga menggelar peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) XVI Tahun 2024 untuk mengenang jasa dan pemikiran Bung Hatta tentang pentingnya perumahan bagi masyarakat Indonesia. Tema yang diusung adalah “Digitalisasi Perumahan”, yang bertujuan meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan dalam pengelolaan properti perumahan melalui penerapan teknologi digital. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menekankan bahwa penerapan teknologi digital adalah vital untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan properti perumahan. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung penggunaan teknologi dalam pembangunan rumah layak huni. Tidak hanya teknologi untuk membangun rumah tahan gempa, penggunaan teknologi digital juga diarahkan untuk memantau proses pembangunan dan kondisi rumah yang dihuni. Diingatkan kembali, setiap tanggal 25 Agustus diperingati sebagai Hari Perumahan Nasional (Hapernas). Acara ini menjadi momen yang penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam pembangunan serta penyediaan rumah bagi masyarakat Indonesia. Inspirasi semangat Hapernas berasal dari pesan Bung Hatta dalam Kongres Perumahan Rakyat Sehat pada 1950, yang optimistis bahwa pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat adalah mungkin diwujudkan bila semua pihak berkomitmen dan bekerja sama dengan tulus. ANTARA