SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, mengungkapkan bahwa kredit konsumer merupakan salah satu produk unggulan dari Bank Jatim yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Produk ini dirancang untuk membantu nasabah memenuhi berbagai kebutuhan mereka secara efektif. Dalam penjelasannya di Surabaya, Busrul menyatakan, "Kredit konsumer mendapat banyak perhatian dari masyarakat dan telah membantu banyak nasabah dalam memenuhi kebutuhan yang berdampak positif pada kesejahteraan mereka." Variasi produk kredit konsumer yang ditawarkan oleh Bank Jatim mencakup berbagai jenis seperti *Skim Kredit Multiguna*, *Kredit Kendaraan Bermotor*, *Cash Collateral Credit*, *Kredit Jaminan Emas*, *Kredit Pegawai*, serta *Kredit Pemilikan Rumah* termasuk *KPR Sejahtera FLPP*, dan *Kredit Konsumsi Beragun Properti*. Dengan beragam pilihan ini, diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur. Busrul juga menambahkan bahwa Bank Jatim berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai bank daerah pertama dengan akad kredit konsumer terbanyak. Selama rentang waktu dari 1 Agustus 2024 hingga 16 Agustus 2024, sebanyak 6.324 peserta berpartisipasi dalam akad tersebut. Keberhasilan ini menegaskan komitmen Bank Jatim dalam memberikan dukungan kepada masyarakat serta menjadi salah satu pilar utama dalam menopang perekonomian daerah. Sejalan dengan pencapaian tersebut, Busrul berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan fasilitas kredit konsumer yang ditawarkan oleh Bank Jatim, serta memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang semakin beragam sebagai hasil dari inovasi berkelanjutan yang dilakukan oleh bank. Adhy Karyono, Penjabat Gubernur Jawa Timur, juga menambahkan bahwa Bank Jatim telah memberikan kontribusi signifikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan total lebih dari Rp400 miliar. Ini diharapkan dapat mendorong layanan kepada masyarakat serta meningkatkan roda perekonomian di Provinsi Jawa Timur. ANTARA