JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Paiman Raharjo, menggarisbawahi bahwa salah satu dampak positif dari Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu yang dikenal dengan sebutan *TEKAD* adalah peningkatan kemandirian masyarakat desa. Pada kesempatan Workshop Nasional TEKAD yang berlangsung di Jakarta, Paiman menyatakan bahwa program ini membawa banyak manfaat, diantaranya adalah mendorong warga desa untuk lebih mandiri dalam mengelola potensi yang ada di lingkungan mereka. “Dampak positif yang akan dirasakan dari program pemerintah ini tentunya cukup banyak, antara lain mendorong masyarakat desa atau kampung lebih mandiri,” ucapnya. Program TEKAD dirancang agar masyarakat dapat menentukan sendiri potensi yang mereka miliki. Setelah itu, mereka diberikan pelatihan untuk dapat mengembangkan potensi tersebut secara optimal. "Jadi secara tidak langsung, masyarakat bisa lebih mandiri untuk mengelola perekonomian sendiri," tambah Paiman. Lebih jauh, Paiman menjelaskan bahwa Program TEKAD juga berfungsi sebagai pendorong lahirnya wirausaha baru. Menurutnya, ini terjadi berkat berbagai fasilitas dan dukungan yang tersedia melalui program tersebut, seperti akses ke modal, bimbingan sumber daya manusia, serta penerapan teknologi. Keberadaan program ini diharapkan dapat menguatkan sektor industri kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat meskipun operasionalnya masih dalam skala kecil. Puncak dari semua inisiatif tersebut adalah adanya dampak positif yang signifikan terhadap penguatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada industri kecil. "Dengan adanya program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini, akan membantu para industri kecil untuk menguatkan perekonomiannya," ungkap Paiman. Program TEKAD merupakan bagian dari upaya pemerintah yang menjadi prioritas nasional dalam memberdayakan masyarakat desa untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan serta memperluas kesempatan ekonomi secara inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Harapannya, Program TEKAD dapat meningkatkan pengelolaan desa serta partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan dukungan teknologi yang tepat guna. Saat ini, program ini telah menjangkau sembilan provinsi dan 25 kabupaten, berperan dalam merubah paradigma masyarakat desa mengenai pentingnya pembangunan ekonomi yang didukung oleh potensi dan sumber daya alam yang ada. Wilayah yang diackle oleh Program TEKAD meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, serta beberapa daerah di Papua lainnya. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat terus berlanjut dan diperlukan pengembangan serta inovasi yang lebih jauh di luar area operasional Program TEKAD. ANTARA