BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski ada masa cuti bersama guna merayakan Lebaran, namun tidak demikian dengan anggota Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Walaupun masa libur lebaran, namun pihaknya tetap bersiaga untuk mengantisipasi karhutla yang bisa terjadi kapan saja.
Menurut Kepala Manggala Agni Daops III Pangkalan Bun Binsar Oktavianus Togatorop, Jumat (1/7/2016), walau demikian untuk memberikan kesempatan anggota tim penanggulangan karhutla yang beragama Islam, maka mereka diberi kelonggaran untuk tidak menjalankan piket selama Lebaran.
"Karena yang muslim sedang merayakan Lebaran, maka anggota non-muslim yang menggantikan tugas piket selama lebaran. Tetapi bila situasi berubah dan diangap perlu banyak personel untuk menangani karhutla, terpaksa anggota yang berlebaran akan dipanggil untuk bertugas," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam beberapa hari ini saja terdapat beberapa kali laporan masyarakat tentang adanya kebakaran lahan.
"Kebanyakan laporan yang masuk mengabarkan adanya kathutla di kawasan lahan yang terdapat di sekitar jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. Terakhir kami mendapatkan laporan Kamis (30/6/2016)," jelasnya.
Berdasarkan pantauan pihaknya, diduga beberapa kali terjadinya karhutla tersebut merupakan ulah manusia yang sengaja menyulut api untuk membakar lahan. (WAHYU KRIDA/m)


