JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hasil investigasi mengenai kasus perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, akan diumumkan dalam minggu ini. Kasus ini menjadi perhatian karena berujung pada tindakan bunuh diri seorang mahasiswi. Menkes Budi menegaskan, “Mudah-mudahan minggu ini diumumkan, nanti akan diumumkan bersama dari Kemenkes dan kepolisian mengenai hasilnya. Minggu ini hasilnya.” Pernyataan ini diungkapkan saat ia dijumpai di Jakarta pada hari Senin. Sebelumnya, Menkes juga mencatat adanya sejumlah peserta PPDS yang mengalami keinginan untuk mengakhiri hidup. “Kami juga pernah melakukan skrining mental terhadap para PPDS ini dan banyak yang menginginkan untuk melakukan bunuh diri. Jadi, ini adalah fenomena besar yang sedang terjadi,” ujarnya. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro juga menunjukkan sikap terbuka dalam proses investigasi yang tengah berlangsung seputar kematian mahasiswi PPDS, Aulia Risma Lestari. Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko, menyatakan bahwa fakultas tersebut siap untuk berkolaborasi dalam proses investigasi. “Kami terbuka untuk investigasi dan tidak akan menutupi,” ujarnya. Dekan juga menekankan bahwa investigasi yang dilakukan oleh inspektorat jenderal dari dua kementerian serta kepolisian saat ini masih dalam tahap proses. Kedua inspektorat jenderal tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan bahwa Kemenkes akan menindaklanjuti dugaan kasus perundungan ini tidak hanya di Universitas Diponegoro, tetapi juga di semua fakultas kedokteran yang ada di rumah sakit vertikal yang berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan. Ia menekankan pentingnya menciptakan budaya yang sehat di lingkungan medis. “Seperti tadi Pak Melki (Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena) sudah sampaikan bahwa budaya perundungan ini adalah budaya yang tidak baik. Sebagai dokter, profesi mulia harusnya menjunjung tinggi nilai kejujuran dan ini harus dimulai saat mereka menjalani pendidikan,” pungkasnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai-nilai baik harus ditanamkan selama pendidikan sarjana dan diteruskan sepanjang karier para dokter setelah menyelesaikan pendidikan mereka. ANTARA