JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, memberikan penilaian bahwa pencalonan Anies Baswedan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, yang kabarnya akan didukung oleh PDIP, akan menjadikan kompetisi tersebut semakin ketat. Mardani menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dalam pemilihan umum. Ia menyatakan, "Setiap orang memiliki hak untuk mencalonkan diri. Semakin kompetitif, semakin baik bagi masyarakat." Keberadaan banyak calon berkualitas memberi keuntungan bagi publik. Mardani menuturkan, hal ini memungkinkan masyarakat untuk memiliki lebih banyak pilihan dan mengevaluasi secara objektif visi dan misi dari setiap pasangan calon, siapa yang paling tepat untuk memimpin Jakarta ke arah yang lebih baik. Ketika ditanya mengenai dampak pencalonan Anies terhadap Ridwan Kamil dan Suswono dalam meraih kursi Gubernur Jakarta, Mardani memilih untuk menjawab secara normatif. "Mari kita lihat siapa saja yang mendaftar," ujarnya. Mardani juga menegaskan bahwa hubungan antara PKS dan Anies tetap harmonis meskipun kini telah terjadi pergeseran dalam hal koalisi politik. Ia menyatakan, "Anies merupakan sahabat PKS di mana pun dia berada." Sebelumnya, Anies dan PKS telah menjalin kerja sama politik yang kuat saat Anies diusung menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. Kerjasama ini berlanjut ketika Anies mencalonkan diri sebagai kandidat Presiden RI pada Pemilihan Presiden 2024. Beberapa partai lain, termasuk Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga ikut serta dalam mendukung Anies dalam kontestasi tersebut. Namun, setelah pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar mengalami kekalahan dalam Pilpres 2024, Anies berupaya untuk kembali berkompetisi dalam Pilkada 2024. Di sisi lain, PKS telah memutuskan untuk beralih ke koalisi pemerintah yang lebih besar, langkah yang juga diikuti oleh NasDem dan PKB. Saat ini, Anies dikabarkan sedang menjalin komunikasi dengan PDIP, dengan kemungkinan partai tersebut akan mengusungnya dalam Pilkada Jakarta yang akan datang. Ini menunjukkan dinamika politik yang terus berkembang menjelang pemilihan umum mendatang. ANTARA