MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi informasi terkait potensi terjadinya gempa megathrust. Gempa ini diperkirakan akan terjadi di dua area di Indonesia, yaitu Selat Sunda dan Mentawai. Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor, menekankan pentingnya sikap tenang namun tetap waspada dalam menyikapi informasi yang beredar mengenai potensi megathrust. Dia menyatakan, informasi mengenai bencana gempa bumi perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat, mengingat bahwa gempa tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Menurut Mahfuddin, informasi yang datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan hasil analisis berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya, serta memperhatikan siklus dan sejarah gempa. Informasi ini seharusnya didukung dengan berbagai langkah edukasi serta penguatan sistem mitigasi bencana guna mengurangi risiko dan dampak yang bisa ditimbulkan. Mahfuddin menekankan, "Informasi ini merupakan komponen penting bagi kita untuk tetap waspada, tetapi perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan." Kota Mataram sendiri telah melakukan sejumlah langkah mitigasi terhadap bencana tsunami melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP). Kota ini menjadi salah satu dari 30 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang terpilih untuk menjalankan program tersebut. Hal ini dikarenakan Mataram termasuk dalam sepuluh wilayah di Nusa Tenggara Barat yang rawan mengalami setidaknya enam dari sepuluh jenis bencana. Bencana lain yang mengancam Kota Mataram meliputi banjir, kebakaran pemukiman, serta konflik sosial lainnya, termasuk gelombang pantai dan abrasi. Mahfuddin menambahkan bahwa masyarakat yang tinggal di delapan kelurahan sepanjang 9,2 kilometer garis pantai di Mataram telah mendapatkan edukasi mengenai mitigasi yang tepat ketika menghadapi gelombang yang berpotensi menjadi tsunami. Selain upaya edukasi, Kota Mataram juga akan segera memiliki gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Pemerintah pusat akan membangun gedung ini, yang diharapkan mampu memberikan berbagai fasilitas pendukung seperti *media center*, *command center*, ruang pertemuan, serta perangkat komunikasi terkait kebencanaan. Mahfuddin juga menekankan, "Kehadiran pusdalops diharapkan dapat menjadi penyelenggara sistem informasi dan komunikasi yang efektif dalam penanggulangan bencana." Gedung ini diharapkan dapat berperan penting dalam pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data serta informasi kebencanaan sebelum terjadi bencana. ANTARA