SAMARINDA –
**Borneonews - Tenggarong**, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) yang terletak di Kalimantan Timur, berkomitmen untuk membangun jejaring bersama Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (YKBBI) serta pihak-pihak terkait lainnya. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk memperkuat kedaulatan pangan, tidak hanya untuk wilayah daerah tetapi juga dalam skala nasional. Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa upaya ini disertai dengan penandatanganan komitmen yang bertujuan mendukung ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. Komitmen ini menjadi bagian dari visi untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dalam keterangannya, Sunggono menekankan pentingnya program tersebut untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia unggul di daerah serta korporasi pertanian yang mencakup sektor tanaman pangan, peternakan, perikanan, kelautan, dan energi terbarukan. Penandatanganan komitmen dukungan tersebut berlangsung di Yogyakarta, saat kegiatan *Focus Group Discussion* (FGD) dan Rapat Kerja YKBBI yang berlangsung pada 24 Agustus 2024. Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kukar diundang untuk berdiskusi dengan Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia periode 2001-2004, Prof. Rokhmin Dahuri. Diskusi ini juga melibatkan beberapa bupati dan wakil bupati dalam upaya merumuskan rencana pembentukan Forum Purna Kepala Daerah serta membahas isu-isu yang berkaitan dengan kedaulatan pangan di Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang menginginkan daerahnya menjadi lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan adanya jejaring untuk mewujudkan ketahanan pangan di tingkat nasional, diharapkan harapan untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan dapat tercapai. Dari segi produksi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, selama tahun 2023, produksi padi di provinsi ini mencapai 226,97 ribu ton gabah kering giling (GKG). Dari angka tersebut, Kabupaten Kukar menyumbangkan jumlah produksi tertinggi, yaitu sekitar 115,1 ribu ton GKG, diikuti oleh Kabupaten Penajam Paser Utara dengan angka 45,1 ribu GKG dan Kabupaten Paser yang memproduksi sebanyak 28,61 ribu GKG. Sisanya berasal dari kabupaten dan kota lainnya. Sebagai daerah yang memiliki luas lahan padi terluas, Kukar mampu menghasilkan dari segi jumlah produksi padi yang signifikan, namun secara regional masih bergantung pada pasokan beras dari luar provinsi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Oleh karena itu, Pemkab Kukar berusaha keras untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya padi, guna memastikan bahwa Kalimantan Timur tidak perlu lagi mengandalkan pasokan dari daerah lain. Hal ini diharapkan bisa menciptakan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pangan di kawasan ini. Sunggono menekankan bahwa kedaulatan pangan di Indonesia akan terbangun melalui jejaring Forum Purna Kepala Daerah, seperti yang dihasilkan dari diskusi mendalam dengan Rokhmin Dahuri serta para bupati dan wakil bupati saat pertemuan di Yogyakarta. ANTARA