MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakhrulloh, mengajukan usulan kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, untuk menjadikan Provinsi Sulsel sebagai contoh dalam penerapan digitalisasi pemerintahan. Dalam pernyataannya, Zudan menegaskan kesiapan Sulsel untuk menjadi *pilot project* dalam manajemen pemerintahan berbasis digital. Zudan menyampaikan bahwa pemerintah daerah di Sulawesi Selatan sangat memerlukan transformasi sistem kerja guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) kini telah siap melaksanakan tugas dari berbagai lokasi berkat penggunaan tanda tangan elektronik yang mulai diterapkan. “Sulsel telah mengambil langkah-langkah untuk menerapkan sistem yang diminta oleh Kementerian PANRB dalam rangka digitalisasi pemerintahan,” tegas Zudan. Pada kesempatan yang sama, Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas juga mengadakan rapat koordinasi (rakor) terkait kelembagaan yang mengusung semangat *agile* melalui digitalisasi pemerintahan. Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan bahwa terdapat tiga instruksi Presiden Joko Widodo yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. Instruksi tersebut mencakup penyederhanaan struktur dan jabatan, pengembangan sistem kerja, serta integrasi dan interoperabilitas sistem digital dalam pemerintahan. Interoperabilitas sendiri merujuk pada kemampuan sistem dan aplikasi berbasis teknologi yang berbeda untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik. Menurut Abdullah Azwar Anas, penyederhanaan struktur sangat penting untuk memastikan bahwa proses bisnis dalam layanan administrasi pemerintahan dapat berjalan dengan efisien, mengingat semua telah beralih ke format digital. "Dari langkah-langkah tersebut, jabatan dan struktur dapat dipangkas secara signifikan. Selanjutnya adalah penguatan sistem kerja yang dapat mempercepat pengelolaan melalui transformasi digital," tambahnya. Abdullah juga menegaskan kepada seluruh ASN bahwa apabila semua prioritas ini dapat dilaksanakan, maka Indonesia memiliki peluang untuk mencapai posisi sebagai salah satu dari empat besar perekonomian dunia pada tahun 2045. ANTARA