BORNEONEWS, Kotim - Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Dinkes Kotim), Faisal Novendra Cahyanto menolak pengajuan cuti pegawai Puskesmas selama arus mudik hingga arus balik lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah. Petugas kesehatan harus bersiaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Banyak yang ajukan cuti lebaran khususnya pegawai Puskesmas, tapi saya tolak, terutama yang mengajukan cuti baru mendekati hari lebaran,” kata Kepala Dinkes Kotim, Faisal Novendra Cahyanto, di Sampit, Jumat (1/7/2016).
Sikap Faisal menolak pengajuan cuti tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas di Kotim ini dengan alasan agar pelayanan kesehatan selama arus mudik dan arus balik lebaran tetap berjalan normal. Apalagi katanya, pasca dan usai lebaran ini mobilitas penduduk cukup tinggi. Banyak hal-hal yang diantisipasi seperti kecelakaan lalulintas, munculnya penyakit pasca lebaran karena daya konsumsi masyarakat yang tinggi rentan terkena penyakit.
“Terutama jalur mudik, selain stand by tenaga kesehatan khusus jalur mudik ini memang dibanguin posko kesehatan. Para pengendara yang kelelahan karena perjalanan jauh bisa memanfaatkan posko itu untuk cek kesehatan dan meminta vitamin ke petugas,” ujarnya.
Selama arus mudik dan arus balik lebaran 2016, semua petugas kesehatan di Puskesmas tetap disiagakan. Mereka akan bergantin untuk piket memberikan pertolomngan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan medis selama arus mudik lebaran ini.
Selain memastikan pelayanan kesehatan di semua Puskesmas di Kotim selama lebaran, Faisal juga memastikan ketersediaan obat-obatan di gudang obat Dinas Kesehatan Kotim tercukupi. Bahkan dia sudah berkoordinasi dengan semua Puskesmas untuk mengantisipasi kehabisan stok obat.
“Kalau obat di Puskesmas habis saya sudah perintahkan mereka untuk langsung ambil ke Dinas, jangan sampai stok kosong,” katanya.
Sementara itu, kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan mengatakan pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua diingatkan lebih berhati-hati karena sangat rawan kecelakaan.
“Pemudik di Kalimantan Tengah, termasuk di Kotawaringin Timur ini memang banyak yang menggunakan sepeda motor. Kami mengimbau pemudik untuk lebih berhati-hati,” katanya.
Banyaknya warga yang mudik menggunakan kendaraan pribadi diduga karena kurangnya transportasi umum. Kondisi ini membuat masyarakat harus menggunakan kendaraan sendiri karena terbatasnya rute angkutan umum.
Semakin banyak warga menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, membuat risiko kecelakaan juga meningkat. Risiko kecelakaan juga dipicu oleh faktor lain seperti kelalaian pengendara dan kondisi jalan yang rusak. (RAFIUDIN/N).
Kepala Dinkes Kotim Tolak Cuti Pegawai Puskesmas Selama Lebaran
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tinggalkan HP di Saku Motor, Warga Kapuas Kehilangan Ponsel di Kawasan Masjid Agung Al Mukarram
Marc Marquez Raih Pole Position MotoGP Australia 2026
Karhutla Kalteng Capai 6.952 Kejadian dan Lebih dari 20 Ribu Hektare Terbakar
PSMS Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan Saat Menjamu PSIS
Polsek Katingan Hulu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Tumbang Sanamang
Puluhan Calon Jamaah Umrah Terpaksa Naik Kapal Dampak Terganggunya Penerbangan di Kobar
Komentar (0)
Memuat komentar…







