MANOKWARI –
**Borneonews - Sorong**, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) telah memulai program pelatihan untuk 34 Orang Asli Papua (OAP) yang bertujuan melatih keterampilan dalam bidang perbaikan *motor tempel*. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas individu dan mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga di kawasan tersebut. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Papua Barat Daya, Beatriks Msiren, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Menurutnya, mengingat lokasi daerah yang berbasis di pesisir, pelatihan ini sangat relevan, karena keterampilan dalam perbaikan *motor tempel* dapat memberikan peluang ekonomi yang signifikan. "Karena wilayah kita merupakan daerah pantai, ada potensi besar untuk meningkatkan ekonomi setempat. Ketika mereka mampu memperbaiki *motor tempel*, hasil yang diperoleh pasti akan maksimal," ungkap Beatriks saat diwawancarai di Sorong. Lebih lanjut, Beatriks menjelaskan bahwa setiap pelatihan yang diberikan oleh Pemprov Papua Barat Daya didasarkan pada kebutuhan yang nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami ingin memberikan pelatihan yang konkret agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan ekonomi keluarga mereka," tambahnya. Dia juga menyatakan harapannya agar para peserta pelatihan bisa menerapkan ilmu yang telah didapat dan mendorong kebutuhan masyarakat sekitarnya. Kota Sorong sebagai wilayah perairan memiliki tantangan tersendiri dalam transportasi laut, yang mengharuskan adanya keterampilan mekanik untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang mungkin terjadi. "Dengan dukungan pemerintah, kami berharap masyarakat dapat berdaya untuk mengembangkan potensi yang ada demi pertumbuhan ekonomi keluarga," harap Beatriks. Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung pelatihan ini, Pemprov Papua Barat Daya akan menyediakan fasilitas pendukung berupa seperangkat alat bengkel lengkap yang akan menjadi modal bagi masyarakat untuk menerapkan keterampilan yang telah diperoleh. Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama 10 hari, di mana lima hari pertama peserta akan menerima materi teori, disusul oleh lima hari praktik lapangan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari. Dengan demikian, diharapkan para peserta siap untuk menghadapi tantangan di dunia kerja setelah selesai menjalani pelatihan. ANTARA