**Borneonews - Purwakarta**, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa sejumlah bangunan cagar budaya yang merupakan warisan sejarah di wilayah ini memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Purwakarta, Mohamad Ramdhan, menyatakan bahwa gedung-gedung bersejarah yang telah berusia ratusan tahun merupakan aset wisata yang sangat berharga bagi Purwakarta. Ia menambahkan bahwa saat ini, pihaknya sedang merumuskan berbagai strategi untuk memastikan bahwa aset-aset tersebut dapat menarik kunjungan dalam skala besar.
Berdasarkan informasi yang diterima, ada beberapa gedung bersejarah yang terdaftar sebagai Gedung Cagar Budaya di Purwakarta. Di antaranya adalah Gedung Karesidenan yang didirikan sekitar tahun 1830, Gedung Kembar yang dibangun pada tahun 1831, serta Gedung Negara dan Pendopo Purwakarta yang diresmikan pada sekitar tahun 1854.
Selain itu, terdapat juga bangunan Stasiun Kereta Api Purwakarta yang dibangun sekitar tahun 1902, serta Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Wanayasa yang berdiri sejak tahun 1864. Tidak ketinggalan, Gedung Normaal School dan Rumah Dinas Direktur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta yang didirikan pada tahun 1914 juga termasuk dalam daftar ini.
Cagar budaya lainnya yang tidak kalah menarik adalah Rumah Adat Citalang yang dibangun sekitar tahun 1905, Vihara Budi Dharma, Makam Dalem Panyelang, dan Makam Dalem Santri yang dibangun sekitar tahun 1872, serta Vihara Budi Asih yang mulai berdiri pada tahun 1917.
Menurut Ramdhan, semua bangunan bersejarah ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Mendikbud Nomor PM.58/PW.007/MKP/2010 dan SK Bupati Purwakarta No.556.31/kep.307-Disporaparbud/2022. Ia berpendapat bahwa bangunan-bangunan ini bisa menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan karena tidak hanya memiliki sejarah yang kaya, tetapi juga menyimpan nilai-nilai keunikan dan keindahan yang layak untuk dijelajahi.
Ramdhan pun menyampaikan bahwa bila melihat dari perspektif generasi muda saat ini, gedung-gedung bersejarah tersebut sangat *Instagramable*. Keindahan dan keunikan yang dimiliki oleh bangunan-bangunan ini diharapkan dapat dipromosikan lebih luas guna menarik minat wisatawan.
Lebih jauh, potensi wisata dari cagar budaya ini semakin melengkapi 63 destinasi wisata lain yang sudah lebih dulu dikenal di Kabupaten Purwakarta. Ia menegaskan pentingnya untuk terus mengembangkan seluruh potensi wisata yang ada di daerah ini sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.
Ramdhan menekankan bahwa langkah untuk mengembangkan bangunan cagar budaya sebagai aset wisata baru juga bertujuan untuk mengejar target peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta.
ANTARA
Potensi Wisata Bangunan Cagar Budaya di Purwakarta Menarik Minat Pengunjung
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







