JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkomitmen untuk menyediakan bibit tanaman dengan kualitas genetik unggul guna mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat setempat. Direktur Perbenihan Tanaman Hutan KLHK, Nurul Iftitah, mengungkapkan dalam sebuah diskusi daring yang diadakan pada hari Senin, bahwa peningkatan jumlah benih tanaman hutan berkualitas tinggi sangat penting. Hal ini terkait erat dengan kualitas pohon yang akan ditanam dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan. "Adanya bibit dengan genetik unggul pasti akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pohon dan produktivitasnya. Terutama dalam hal pemanfaatan kayu, getah, dan bahkan buah. Selain itu, tipe pohon ini juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit," tambahnya. Nurul menegaskan bahwa pohon dengan genetik unggul memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan penanaman dalam proses rehabilitasi. "Ini adalah tanggung jawab kami untuk memastikan keberhasilan program rehabilitasi, yang sebagian besar bergantung pada kualitas bibit yang disiapkan," ungkapnya lebih lanjut. KLHK bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong penyediaan benih tanaman hutan yang unggul, termasuk kolaborasi dengan para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini juga diadakan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam program pembibitan tanaman hutan dan lahan. Salah satu tantangan tersebut adalah pergeseran jenis bibit yang dibutuhkan oleh masyarakat. Nurul memberikan contoh bahwa sebelumnya, masyarakat lebih banyak mendorong penggunaan bibit jenis pohon untuk produksi kayu, seperti jati dan sengon. Namun saat ini, masyarakat lebih menginginkan jenis tanaman yang dapat menghasilkan produk secara berkelanjutan. "Kini, kita harus beradaptasi dengan permintaan pasar yang berubah, sehingga kita lebih banyak berproduksi dengan bibit durian, jengkol, petai, sirsak, dan jambu," jelasnya. Inisiatif ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses rehabilitasi yang berkelanjutan, agar dampak positif dapat dirasakan oleh ekosistem maupun perekonomian lokal. ANTARA