BORNEONEWS, Sukamara – Peristiwa penemuan mayat ABK KM Nusantara Dolpin 1 di Desa Sungai Damar Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara beberapa hari ini membuat masyarakat Kabupaten Sukamara enggan mengkonsumsi ikan laut, terutama yang berasal dari daerah pesisir pantai.

Lina, warga Desa Sungai Damar mengatakan, dengan kejadian penemuan dua mayat dengan kondisi memprihatinkan tersebut membuat masyarakat pesisir menjadi tidak ingin mengonsumsi ikan laut. Mereka beralasan takut jika ikan itu telah memakan daging mayat tersebut.

“Saat ditemukan kondisi mayat sudah tidak utuh lagi, masyarakat menduga itu akibat dimakan ikan laut saat mengapung di air,” kata Lina, Jumat (01/07/2016).

Lina menuturkan, kejadian seperti ini sebelumnya sudah pernah terjadi. Masyarakat Kabupaten Sukamara hampir seluruhnya tidak ingin mengkonsumsi ikan laut, karena banyak penemuan mayat tidak utuh saat terjadinya kecelakaan pesawat Air Asia yang jatuh di Perairan Kumai.

“Mogoknya makan  ikan laut tersebut juga dipicu dengan adanya isu masyarakat yang menemukan anting emas diperut ikan laut, sehingga saat itu ikan laut hampir tidak laku,” jelasnya.

Dengan kenjadian ini, ia memperkirakan mogoknya sebagain masyarakat mengonsumsi ikan laut akan bertahan lama, bahkan bisa mencapai dua bulan. Tentunya dengan keadaan ini akan sangat berpengaruh pada penghasilan para nelayan di pesisir, yang nantinya akan mematikan penghasilan para nelayan di Kecamatan Pantai Lunci.

“Jika banyak masyarakat enggan mengonsumsi ikan laut, tentunya ini  akan sangat berdampak pada kami para nelayan. Akibatnya ikan hasil tangkapan  tidak laku dijual, karena masyarakat lebih memilih mengkonsumsi  ikan sungai,” ujar Lina.

Sementara itu, Yana warga Sukamara mengatakan, beredarnya kabar penemuan mayat di pinggir pantai Desa Sungai Damar memang cukup menggemparkan. Foto yang beredar di masyarakat cukup mengerikan karena kondisi mayat yang sudah tidak utuh lagi.

“Karena lihat fotonya, saya jadi takut untuk memakan ikan laut, sementara ini kita konsumsi ikan sungai saja,” terang Yana. (NORHASANAH/m)