JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kini memberikan kesempatan untuk menambah lokasi pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (*TEKAD*). Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini, menyampaikan bahwa jika perkembangan dari program ini menunjukkan hasil yang positif, pihaknya membuka kemungkinan untuk mereplikasi program tersebut di kota-kota lain. Pernyataan ini disampaikannya kepada wartawan setelah menghadiri pembukaan Workshop Nasional *TEKAD* di Jakarta. Harlina merespons pertanyaan mengenai potensi penambahan lokasi pelaksanaan Program *TEKAD*, yang saat ini fokus pada wilayah Indonesia Timur. Lokasi tersebut mencakup Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, serta beberapa provinsi lainnya di Papua termasuk Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. Lebih lanjut, Harlina menekankan beberapa faktor yang akan dipertimbangkan oleh Kemendes PDTT jika rencana untuk memperluas lokasi Program *TEKAD* dilanjutkan. Di antaranya adalah ketersediaan pendanaan untuk program tersebut serta potensi pengembangan ekonomi yang ada di desa-desa yang akan menjadi lokasi pelaksanaan. Harlina menambahkan, "Kami mungkin akan mereplikasi di kota-kota lain jika terdapat dukungan pendanaan dan jika kami menemukan bahwa lokasi tersebut sangat potensial." Program *TEKAD* sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang memiliki misi untuk memberdayakan masyarakat desa agar dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan. Selain itu, program ini bertujuan untuk menciptakan peluang ekonomi baru dan memastikan bahwa akses terhadap pengembangan ekonomi dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Dalam kesempatan yang sama, Harlina menyampaikan bahwa sejak program ini diluncurkan pada tahun 2020, sebanyak 1.110 desa telah mendapat bimbingan dari Kemendes PDTT melalui Program *TEKAD*. "Sejak awal pelaksanaan, kami telah membina 1.110 desa dalam program ini," tuturnya. Melalui inisiatif ini, diharapkan kualitas kehidupan masyarakat desa dapat meningkat, dan mengurangi ketimpangan pembangunan antardaerah. ANTARA