**Borneonews - Magelang**, Pemerintah Desa Salamkanci yang berlokasi di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, telah secara resmi berkolaborasi dengan Pengawas Pemilihan Umum setempat dengan menandatangani nota kesepahaman mengenai pencanangan desa antipolitik uang untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Kepala Desa Salamkanci, Dwi Joko Susanto, menyatakan dukungannya terhadap program antipolitik uang yang diusung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ia berharap melalui langkah ini, proses Pilkada yang akan datang di wilayah tersebut dapat berlangsung secara transparan, bersih dari informasi yang tidak benar, serta bebas dari praktik politik uang.
Proses penandatanganan tersebut dilaksanakan di balai desa setempat, dihadiri oleh berbagai pihak termasuk tokoh masyarakat, pemuda, perwakilan dari Polri, dan perangkat desa. Dalam acara tersebut, Dwi Joko Susanto menegaskan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan pemilihan yang demokratis dan mendukung upaya mengeliminasi praktik politik uang di daerahnya.
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa Desa Salamkanci, terutama Dusun Kanci, diharapkan dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan Pilkada yang mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi yang ada di tingkat Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Bandongan.
Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan Bandongan, Arif Zaini, menekankan bahwa inisiatif untuk menjadikan Desa Salamkanci sebagai desa antipolitik uang berasal dari keinginan masyarakat, bukan merupakan penunjukan dari pihak tertentu. Dia mengharapkan agar pemilihan dilakukan tanpa adanya praktik politik uang, berita palsu, atau ujaran kebencian. Semua pihak yang terlibat dalam Pilkada, termasuk kandidat dan tim sukses, diharapkan dapat menjalankan sosialisasi dan kampanye sesuai dengan aturan yang berlaku.
Arif juga menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan jawaban atas keinginan masyarakat yang mendambakan pemilihan yang bersih, yang difasilitasi oleh kolaborasi antara Bawaslu dengan pemerintah desa.
Sementara itu, salah satu tokoh pemuda, Arifuddin, mengungkapkan rasa bangga masyarakat Desa Salamkanci terhadap pencanangan desa antipolitik uang ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat sudah jenuh dengan berita palsu, ujaran kebencian, serta praktik politik uang yang seringkali terjadi dalam setiap pemilu.
Arifuddin berkomitmen untuk berjuang bersama komunitasnya agar praktik-praktik negatif tersebut dapat dihilangkan dalam Pilkada kali ini. Para pemuda di desa tersebut siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Pilkada yang adil dan bersih. Mereka juga berencana untuk terlibat langsung sebagai penyelenggara pemilihan, mengisi berbagai peran seperti dalam Panitia Pemungutan Suara, pengawas, dan linmas.
Dengan langkah ini, Desa Salamkanci berusaha menunjukkan bahwa perubahan positif dalam sistem pemilihan bisa dilakukan dari tingkat desa dengan dukungan penuh dari masyarakat dan berbagai stakeholder terkait.
ANTARA
Desa Salamkanci Deklarasikan Antipolitik Uang untuk Pilkada 2024
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







