PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Kepolisian Daerah Riau telah melaksanakan simulasi sistem pengamanan kota (*Sispamkota*) untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang direncanakan berlangsung pada bulan November mendatang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin dengan bertujuan untuk memastikan situasi keamanan yang aman dan tertib. Irjen Pol Mohammad Iqbal, Kepala Polda Riau, menjelaskan bahwa simulasi ini mencakup berbagai skenario berpotensi dalam menghadapi kemungkinan terburuk terkait gangguan keamanan. "Kami ingin setiap unit memahami peran dan tanggung jawabnya di dalam situasi yang mungkin berisiko," ungkapnya dalam acara yang berlangsung di Pekanbaru. Dalam simulasi yang dilakukan, berbagai skenario mulai dari aksi massa yang bersifat anarkis hingga potensi terjadinya bom diperagakan. Tidak ketinggalan, anjing pelacak juga dikerahkan untuk memperkuat pengamanan dalam rangka persiapan Pilkada ini. Kapolda Riau menekankan pentingnya koordinasi di antara semua pemangku kepentingan selama simulasi ini. "Kami memastikan semua pihak saling mendukung dan menjalankan tugasnya masing-masing agar siap menghadapi Operasi Mantap Praja yang akan dimulai pada Selasa, 27 Agustus," tambahnya. Meski mereka menjalankan simulasi berdasarkan kemungkinan terburuk, pihak kepolisian tetap melakukan upaya pencegahan. "Kami berharap kondisi tersebut tidak terjadi, namun langkah-langkah preventif dan preemptive harus dioptimalkan. Seluruh pihak harus bersinergi untuk menjaga suhu politik agar pelaksanaan Pilkada tetap kondusif," ujarnya. Di lokasi yang sama, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Rusidi Rusdan, menyatakan keyakinannya terhadap kesiapan pengamanan yang dilakukan oleh Polda Riau. "Kami percaya bahwa kehadiran pasukan ini akan memperkuat posisi kami sebagai penyelenggara Pilkada di tingkat provinsi maupun kota," tuturnya. ANTARA