MANOKWARI –
**Borneonews - Sorong**, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas generasi muda di wilayahnya. Salah satu langkah yang diambil adalah menyelenggarakan pelatihan komputer di enam kabupaten dan kota. Program ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan para pemuda tentang *computerization* serta memberikan bekal yang diperlukan untuk memasuki dunia pendidikan dan pasar kerja. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat Daya, Beatriks Msiren, menjelaskan pentingnya pelatihan ini. Menurutnya, di era modern saat ini, keterampilan komputer menjadi salah satu syarat mutlak. Hal ini berperan krusial dalam proses pencarian kerja, di mana banyak perusahaan yang menerapkan uji seleksi secara daring menggunakan perangkat komputer. Begitu pula dalam dunia pendidikan, yang semakin memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aspek pembelajaran. Sebanyak 32 peserta terlibat dalam pelatihan ini, yang berasal dari enam kabupaten dan kota yang bernaung di bawah pemerintah provinsi tersebut. Untuk menjamin kualitas pelatihan, pihak penyelenggara telah menggandeng instruktur yang berpengalaman dan memiliki keahlian dalam bidang komputer untuk membimbing peserta. Pelatihan ini ditujukan khususnya bagi pemuda yang terpaksa putus sekolah, serta mereka yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan sedang mencari pekerjaan. Beatriks menambahkan bahwa kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus melalui peningkatan keterampilan komputer. Hal ini diharapkan dapat mendukung para pemuda dalam meraih kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik. Selain pelatihan, pemerintah provinsi juga berencana memberikan dukungan fasilitas. Setiap peserta akan menerima laptop sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan yang telah dipelajari selama pelatihan. Harapannya, dengan adanya fasilitas ini, peserta dapat berlatih lebih lanjut dan menerapkan ilmu yang diperoleh secara mandiri. Pelatihan komputer ini dijadwalkan berlangsung dari 26 Agustus hingga 5 September 2024. Metode yang diterapkan mencakup lima hari penyampaian materi, diikuti dengan lima hari penggunaan praktik langsung dari materi yang telah diterima oleh peserta di lapangan. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang komprehensif dan memadai bagi semua peserta. ANTARA