JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Kota Jakarta Pusat tengah meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lokasi bekas gedung Johar Baru Teater, yang terletak di RT 15/10 Jalan Kramat Jaya Baru IV, Johar Baru. Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pembersihan puing-puing yang tersisa di area tersebut. "Proses ini sangat penting. Setelah puing-puing dibersihkan, barulah pihak-pihak yang berkepentingan dapat masuk untuk memulai tahap selanjutnya," ungkapnya. Lebih lanjut, Dhany mengemukakan bahwa mereka juga melakukan pematangan lahan sebagai persiapan untuk pembangunan. "Rapat teknis terkait pekerjaan ini terus kami koordinasikan agar semua berjalan lancar," imbuhnya. Setelah proses pembersihan selesai, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) akan segera melakukan pembangunan taman di lokasi tersebut. Dalam waktu bersamaan, Sudin Sumber Daya Air (SDA) juga akan membangun saluran penghubung untuk memastikan sistem pembuangan air berfungsi dengan baik. Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Jakarta akan berkolaborasi dengan Sudin Tamhut untuk menambahkan pagar di area ini serta mempertimbangkan aspek estetika agar tampilan RTH tetap menarik. Dalam hal ini, Sudin Pemuda dan Olahraga juga akan terlibat untuk mengoptimalkan pembangunan sarana olahraga di lokasi tersebut. Ruang multifungsi yang direncanakan akan melibatkan Baznas-Bazis untuk menyuplai tempat ibadah serta ruang interaksi. "Konsepnya adalah gazebo yang berfungsi ganda, memungkinkan masyarakat untuk berkumpul dan beribadah dalam satu tempat," jelas Dhany. Kepala Sudin Tamhut Kota Jakarta Pusat, Mila Ananda, menambahkan bahwa hasil pertemuan dan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah menghasilkan sejumlah masukan mengenai pembangunan yang seluas 982 meter persegi ini. Beberapa saran yang diajukan mencakup penyediaan sarana olahraga terbuka, seperti lapangan futsal, basket, voli, dan bulu tangkis. Selain itu, perencanaan untuk sebuah mushala yang akan dibangun dengan dua tingkat juga telah diusulkan, yang mencakup area pengawas dan ruang wudhu. "Program *urban farming* yang dikoordinasikan oleh Koperasi Peternakan dan Kementerian Pertanian (KPKP) juga akan dimanfaatkan, dengan memilih tanaman yang mudah dirawat seperti pandan, jahe, sereh, dan lengkuas," kata Mila. Pembangunan RTH di area bekas gedung Johar Baru Teater ini tidak hanya terbatas pada pembangunan taman. RTH juga akan dilengkapi dengan embung, fasilitas olahraga, balai pertemuan, dan mushala. Pembangunan tersebut melibatkan berbagai instansi dan jajaran yang ada di Jakarta Pusat, seperti Sudin Tamhut untuk taman, Sudin Bina Marga yang menangani trotoar dan penerangan, serta Sudin Pemuda dan Olahraga untuk penyediaan lapangan olahraga multifungsi. Dhany berharap bahwa semua proses pembangunan ini dapat selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. Proyek ini diwujudkan sebagai respons terhadap permintaan warga Johar Baru yang mengeluhkan kurangnya ruang untuk berinteraksi dan berolahraga. ANTARA