JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia berencana untuk melakukan pemeriksaan terhadap status penerbangan Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, serta istrinya, Erina Gudono. Tindakan ini diambil setelah muncul dugaan bahwa mereka tidak mengikuti prosedur yang berlaku dalam pemeriksaan bea cukai. Nirwala Dwi Heriyanto, selaku Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengecekan terkait status penerbangan yang terlihat dalam sebuah video. Video tersebut menunjukkan Kaesang dan Erina yang turun dari sebuah jet pribadi dan membawa banyak tas belanja yang segera dimasukkan ke dalam mobil mereka. Video tersebut diunggah melalui akun X @aqfiazfan pada hari Minggu, 26 Agustus. Masyarakat yang melihat video itu mulai mempertanyakan kepatuhan Kaesang dan Erina terhadap prosedur pemeriksaan yang seharusnya diarahkan kepada setiap individu yang membawa barang dari luar negeri. Hal ini mengundang berbagai spekulasi di kalangan netizen. Nirwala menjelaskan lebih lanjut bahwa biasanya pemeriksaan bea cukai berlaku untuk penerbangan internasional. Di sisi lain, penerbangan domestik tidak memerlukan pemeriksaan kepabeanan. "Jika penerbangan tersebut adalah penerbangan domestik, maka tidak ada kewajiban untuk melewati pemeriksaan Bea Cukai. Namun, jika penerbangan tersebut adalah penerbangan internasional, maka akan melewati berbagai prosedur yang terkait dengan *international airport clearance*, yang mencakup pemeriksaan imigrasi dan kepabeanan," tuturnya. Belakangan ini, Erina dan Kaesang memang menjadi sorotan di media sosial, terutama mengenai tuduhan bahwa mereka menggunakan jet pribadi dalam perjalanan mereka ke Amerika Serikat. Isu ini diangkat kembali oleh akun X @aqfiazfan dengan menampilkan video sebelumnya yang menunjukkan keduanya baru saja turun dari jet pribadi jenis Gulfstream G650ER dengan nomor registrasi N588SE. Dalam cuitannya, pemilik akun tersebut menyebutkan bahwa video tersebut direkam di Surakarta, Jawa Tengah pada 17 September 2023. Ia juga menambahkan bahwa sehari sebelumnya, pesawat tersebut terbang dari Amerika Serikat menuju Surakarta, dengan singgah terlebih dahulu di Halim, Jakarta. ANTARA