JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menginformasikan bahwa selama tahun 2023, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berhasil mencatatkan pendapatan mencapai Rp352,50 miliar. Menurut Agus, angka tersebut melampaui estimasi awal yang ditetapkan sebesar Rp291,65 miliar, dengan persentase pencapaian mencapai 120,86 persen. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja yang berlangsung dengan Komisi VII DPR di Jakarta. Sumber pendapatan Kemenperin berasal dari berbagai jasa layanan teknis yang diberikan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di lingkungan kementerian ini. Beberapa di antaranya adalah Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri, serta Politeknik dan Sekolah Menengah Kejuruan yang bergerak di bidang industri. Selain itu, terdapat pula pendapatan lain yang diperoleh secara sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Di sisi pengeluaran, Kemenperin memperoleh alokasi anggaran pagu sebesar Rp4,53 triliun untuk tahun 2023. Pagu anggaran tersebut sudah termasuk Anggaran Belanja Tambahan (ABT), yang mencakup bantuan pemerintah untuk pembelian motor listrik dengan total anggaran Rp1,4 triliun yang sudah diakui dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada bulan April 2023. Agus menjelaskan bahwa capaian realisasi anggaran, dengan memperhitungkan ABT untuk bantuan pemerintah dalam pembelian motor listrik, mencapai 69,95 persen, dengan total realisasi sebesar Rp3,17 triliun. Namun, jika hanya mempertimbangkan capaian realisasi anggaran murni tanpa memasukkan ABT, angka tersebut adalah Rp3,09 triliun, atau setara dengan 98,65 persen. Ini menunjukkan peningkatan 0,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat pada 2022 sebesar 98,13 persen. Lebih lanjut, Agus juga menyampaikan bahwa nilai total aset Kemenperin pada tahun 2023 sebesar Rp12,1 triliun, sementara kewajiban tercatat sebesar Rp64,01 miliar dan ekuitas mencapai Rp12,03 triliun. Hal ini menggambarkan kinerja keuangan Kemenperin yang positif dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan industri di Indonesia. ANTARA