**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengumumkan langkah cepat untuk membantu pulang 11 warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam situasi penipuan daring di Myawaddy, Myanmar. Pengumuman ini disampaikan setelah Kemlu menerima laporan dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) pada hari Senin.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha, menyatakan bahwa komunikasi akan segera dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon. KBRI Yangon kemudian akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menangani situasi ini. Judha juga menambahkan bahwa pihaknya perlu berkoordinasi dengan KBRI di Bangkok, mengingat bahwa para korban sebelumnya transit di Thailand sebelum tiba di Myanmar.
Berdasarkan catatan Kemlu RI, hingga tahun 2024, terdapat total 107 kasus WNI di Myawaddy, di mana 41 diantaranya telah kembali ke Indonesia, sementara 66 lainnya masih dalam proses pemulangan. Situasi ini menunjukkan adanya perhatian yang serius terhadap keselamatan dan perlindungan WNI di luar negeri.
Pada tanggal 16 Agustus, SBMI menerima pengaduan dari keluarga para korban. Keluarga tersebut melaporkan bahwa anggota keluarga mereka awalnya ditawari pekerjaan di Thailand dengan gaji yang menarik. Namun, kabar yang diterima selanjutnya mengungkapkan bahwa korban justru ditempatkan di Myanmar dengan upah yang jauh di bawah yang dijanjikan. Para korban juga dilaporkan tidak mendapatkan istirahat yang cukup dan akses komunikasi yang sangat terbatas.
Sekretaris Jenderal SBMI, Juwarih, menyampaikan apresiasinya kepada Kemlu atas respons positif terhadap pengaduan mengenai sebelas WNI yang terjebak dalam penipuan tersebut. Ia berharap langkah-langkah cepat diambil untuk menangani laporan ini demi keselamatan para korban.
Dalam konferensi pers tersebut, keluarga para korban juga hadir dan menyampaikan harapan agar pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini dan menyelamatkan anggota keluarga mereka. Dari sebelas WNI tersebut, terdapat sepuluh laki-laki dan satu perempuan, dengan delapan di antaranya berasal dari Sukabumi, dua dari Bandung, dan satu dari Bangka Belitung.
ANTARA
Kemlu Bantu Pulang 11 WNI Korban Penipuan di Myanmar
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







