**Borneonews - Simpang Empat**, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di Sumatera Barat telah berhasil menyalurkan sebanyak 17.122 ton pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska kepada kelompok tani di wilayah tersebut pada semester pertama tahun 2024. Penyaluran ini diharapkan dapat mendukung pertanian lokal dan meningkatkan produksi pangan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menjelaskan bahwa total penyaluran tersebut telah dilakukan hingga bulan Juli, dari total alokasi yang telah ditetapkan sebanyak 38.200 ton. Secara rinci, pemenuhan kebutuhan pupuk urea mencatatkan angka 9.148 ton, sedangkan phonska tercatat 7.974 ton.
Dengan pencapaian ini, kami optimis angka penyaluran pupuk bersubsidi akan terwujud secara maksimal sampai akhir tahun. Kami mendorong kelompok tani untuk segera mengajukan permintaan kepada dinas agar proses penyalurannya dapat dilaksanakan dengan cepat, ungkap Doddy.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2024, Pasaman Barat memperoleh alokasi pupuk bersubsidi yang tertinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang hanya berjumlah 20.156 ton. Kami sangat bersyukur atas penambahan alokasi yang signifikan ini, yang terdiri dari pupuk urea dan phonska, tambahnya.
Doddy merinci bahwa pada tahun 2023, Pasaman Barat memperoleh urea sebanyak 11.383 ton dan phonska sebanyak 8.773 ton. Dengan demikian, terdapat peningkatan alokasi sebesar 8.064 ton untuk urea dan 9,98 ton untuk phonska pada tahun ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa alokasi pupuk bersubsidi tersebut akan disalurkan kepada 31.855 petani yang tersebar di 11 kecamatan di Pasaman Barat. Pupuk ini akan diberikan kepada kelompok tani yang mengajukan permintaan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah terdaftar dalam aplikasi *Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian* (*Simluhtan*).
Meskipun terdapat usulan yang lebih besar dibandingkan dengan alokasi pupuk yang diterima, kebutuhan petani masih dapat terpenuhi. Doddy menekankan perlunya mendorong pemanfaatan pupuk organik, terutama dengan dukungan dari pakan ternak dan produk lainnya. Saat ini, terdapat enam kelompok yang memproduksi pupuk organik dengan bimbingan dari dinas terkait, dan akan ada penekanan lebih lanjut untuk meningkatkan produksi pupuk organik di masa depan.
Penggunaan pupuk organik sangat berkhasiat bagi perkembangan tanaman dan kesehatan tanah. Ini membantu mengurangi risiko kerusakan tanah serta menjaga kesuburan secara berkelanjutan, papar Doddy.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, termasuk merehabilitasi jaringan irigasi tersier, membangun jalan usaha tani, serta memberikan bantuan alat dan mesin pertanian yang diperlukan.
Saat ini, masyarakat di Pasaman Barat banyak menanam komoditas seperti jagung, kentang, ubi jalar, dan talas, dengan pusat-pusat pertanian yang terdapat di kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman, Kinali, dan Gunung Tuleh.
ANTARA
Pemkab Pasaman Barat Salurkan 17.122 Ton Pupuk Bersubsidi 2024
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






