SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Sebanyak sembilan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil mendapatkan beasiswa Program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) tahun 2024. Mereka akan melanjutkan studi selama satu semester di universitas ternama di delapan negara. Beasiswa yang diberikan melalui Program IISMA 2024 bertujuan untuk membantu mahasiswa Indonesia mengikuti proses belajar di luar negeri. Rektor Unnes, Prof. Dr. S. Martono, menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian yang diraih oleh sembilan mahasiswa tersebut. Ia menilai prestasi ini sebagai bukti nyata dari komitmen Unnes dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswanya. Delapan negara tujuan bagi mahasiswa Unnes yang memperoleh beasiswa tersebut terdiri dari Malaysia, yang diterima oleh dua orang, serta Selandia Baru, Amerika Serikat, Republik Ceko, Thailand, Australia, Hungaria, dan Spanyol. Prof. Martono berharap pencapaian ini dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk mengejar kesuksesan serupa. Kepala Unnes itu juga berharap agar keberhasilan sembilan mahasiswanya ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi seluruh mahasiswa di institusi tersebut untuk terus berusaha dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Ia menegaskan bahwa prestasi ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi para penerima beasiswa dan almamater, tetapi juga memberikan dorongan sehingga mahasiswa lainnya termotivasi untuk berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui Program IISMA 2024, mahasiswa Indonesia diberi kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi di skala global. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pada tahun ini, Kemendikbud Ristek telah meningkatkan kuota beasiswa tersebut menjadi lebih dari 3.000 penerima. Hal ini memberikan peluang yang lebih besar bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mengeksplorasi pendidikan di 30 negara berbeda di dunia. Program ini mencakup tiga jalur seleksi, yaitu jalur afirmasi, reguler, dan *co-funding*. ANTARA