AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memperkuat pengembangan budidaya perikanan di berbagai kabupaten dan kota di wilayah ini. Fokus utama pemerintah adalah memanfaatkan potensi wilayah kepulauan yang ada, sejalan dengan penetapan lima prioritas pengembangan budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kepala Bidang Budidaya Pengolahan Pemasaran Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, Karolis Iwamony, menjelaskan bahwa pengembangan budidaya perikanan terfokus di beberapa lokasi strategis. Lokasi-lokasi tersebut antara lain Maluku Tengah yang berfokus pada budidaya kepiting, Kota Tual yang mengembangkan budidaya teripang, serta Kabupaten Maluku Tenggara yang menjadi pusat budidaya rumput laut. Selain itu, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Buru juga berkontribusi dalam budidaya rumput laut. Meskipun demikian, pemerintah tidak hanya terbatas pada budidaya besar, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada pembudidaya skala kecil, termasuk yang berada di Kota Ambon. Dalam upaya ini, pemerintah telah menyediakan bantuan berupa pelatihan, penyediaan benih, dan peralatan yang diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam budidaya perikanan. Menurut Karolis, potensi budidaya perikanan mengalami perkembangan yang menjanjikan dan mampu bersaing dengan sektor perikanan tangkap, yang hingga kini masih menjadi pilihan utama bagi banyak penduduk setempat. Meskipun sektor budidaya menunjukkan kemajuan yang positif, dukungan pemerintah dipandang sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebagai langkah selanjutnya, pemerintah daerah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk dari Korea Selatan dan Jepang. Diharapkan, kerja sama dengan dua negara tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan produk perikanan lokal secara langsung. Karolis juga mengungkapkan bahwa sebagian besar komoditas perikanan Maluku saat ini harus melewati proses pengolahan di Makassar dan Surabaya sebelum diekspor ke negara tujuan. Ribuan ton hasil perikanan dari Maluku, seperti ikan kerapu, telah berhasil dikirim ke negara-negara seperti China, Jepang, dan Hong Kong, yang menunjukkan adanya pasar yang luas bagi produk ini. Berdasarkan data dari Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon, nilai ekspor komoditas ikan kerapu dari Maluku mencatatkan angka mencapai Rp48 miliar pada semester I tahun 2024. Ini menunjukkan adanya potensi besar yang perlu digali lebih lanjut guna mendukung pengembangan sektor budidaya perikanan di daerah ini. ANTARA